Jumat, 30 Maret 2012

JALAN SALIB: PERHENTIAN I : YESUS DIHUKUM MATI


Yesus telah berbuat baik sepanjang hidupNya. "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata." (Mrk 7:37). Dia mengajar penuh kuasa tidak seperti para guru di jamanNya. “Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.” (Mrk 1:22). Tapi kehadiran Yesus dan ajaranNya meresahkan para penguasa, sebab Yesus berpihak pada kaum miskin dan terbuang. Ajaran Yesus telah menyadarkan masyarakat miskin akan kebobrokan para penguasa. Mereka berlindung dibalik hukum dan adat istiadat untuk menindas rakyat. Mereka membebani rakyat dengan aneka aturan sedangkan mereka sendiri tidak melakukannya. Mereka pun bekerja sama dengan penjajah demi mendapatkan kedudukan dan kenikmatan.

Hukuman mati bagi Yesus adalah bentuk ketidakadilan dari segelintir penguasa yang berusaha tetap menduduki jabatannya. Pengadilan ini tidak adil dan penuh kelicikan, fitnah dan manipulasi. Bergabungnya antara pemimpin agama, tua-tua bangsa, dan kekuatan politik yaitu kekuasaan Romawi, membentuk suatu kekuatan yang hebat. Rakyat miskin tidak berdaya menghadapi kekuatan itu. Maka mereka memilih diam, melarikan diri atau turut menyalahkan Yesus demi keselamatan diri mereka sendiri. Pengadilan yang tidak adil berlangsung. Yesus disiksa, dihujat dan akhirnya dihukum mati.

Hukuman mati yang dialami oleh Yesus terus terjadi sampai saat ini. Banyak orang yang tidak bersalah diadili dengan penuh kesewenang-wenangan oleh orang yang merasa terganggu kedudukan, status, jabatan apalagi menyangkut penghasilannya. Telah banyak orang yang berpihak pada rakyat miskin dan berjuang untuk membela mereka mengalami perlakuan yang tidak adil. Mereka disingkirkan dan dimatikan karakternya dengan diberi cap sebagai komunis dan sebagainya. Mereka pun dimasukan penjara dalam proses pengadilan yang tidak adil sama sekali. Bahkan beberapa dari mereka mengalami penyiksaan dan kematian yang mengenaskan.

Wajah para yang menuntut Yesus agar dihukum mati saat ini diwakili oleh para pemimpin yang korup, kekuatan bersenjata, dan pemodal. Mereka bahu membahu menjadi kekuatan yang mengerikan untuk mencari keuntungan bagi diri mereka sendiri. Mereka bekerja sama untuk menghukum mati siapa saja yang berani melakukan penyadaran-penyadaran pada masyarakat tertindas. Mereka membuat hukum untuk melindungi kepentingan, kekayaan dan kedudukannya. Mereka melegalkan keserakahannya meski harus mengurbankan rakyat banyak yang seharusnya mereka lindungi. Rakyat banyak merasa jerih, sehingga mereka berusaha mencari keselamatan diri mereka masing-masing. Mereka menjadi diam bahkan turut menghujat siapa saja yang berani membela kaum tertindas.

Wajah Yesus jaman kini tergambar pada para kurban pengadilan yang tidak adil. Kita sering menyesali dan mengutuki sikap kaum Farisi, ahli Taurat, tua-tua bangsa yang telah menghukum mati Yesus. Tetapi kita sering memilih diam dan turut menyalahkan bila ada orang yang diperlakukan tidak adil, meski harus bertentangan dengan hati nurani kita. Renungan jalan salib bukan mengajak kita untuk menangisi Yesus melainkan menyadarkan kita bahwa Yesus masih terus diadili sampai saat ini. Dimana kita berada saat Yesus sendirian menghadapi orang-orang yang sangat membenciNya? Apa yang akan kita lakukan bila melihat ada penindasan?

0 komentar:

Posting Komentar