Senin, 12 Januari 2009

IKHLAS

Setiap hari orang melakukan aneka perbuatan baik perbuatan yang dikehendaki maupun yang tidak dikehendaki tapi harus dilakukan. Perbuatan yang dikehendaki adalah perbuatan yang atas dorongannya sendiri ingin dilakukan. Sedang yang tidak dikehendaki tapi harus dilakukan adalah perbuatan kewajiban. Bagi seorang anak sekolah bisa menjadi perbuatan yang dikehendaki yaitu dia ingin mempersiapkan masa depannya atau perbuatan yang tidak dikehendaki tapi harus dilakukan sebab dia disuruh oleh orang tuanya. Kalau boleh memilih dia akan memilih tidak sekolah, maka tidak jarang seorang anak membolos sekolah.

Perbuatan yang dikehendaki pun dapat dibedakan dua yaitu dengan motivasi tersembunyi atau tanpa motivasi tersembunyi. Ada orang melakukan perbuatan baik tapi ada motivasi lain dibalik perbuatannya itu. Seorang anak mau membantu membersihkan rumah sebab dia ingin orang tuanya mengijinkan pergi bermain setelah rumah bersih. Perbuatan ini dilakukan tidak dengan ikhlas, sebab kalau orang tuanya melarang maka dia akan marah dan mengungkit apa yang sudah dikerjakan. Bila dia tidak mempunyai motivasi lain selain ingin membersihkan rumah, maka dia tidak akan marah apakah diijinkan untuk pergi bermain atau tidak.

Pada umumnya orang melakukan sebuah perbuatan, terutama perbuatan baik, memiliki motivasi tersembunyi yaitu mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Bahkan seseorang melakukan ibadah agamanya juga dengan mempunyai motivasi tersembunyi. Dia berdoa bukan hanya untuk memuliakan Allah dan bersyukur atas segala berkah yang sudah diterimanya, tapi agar Allah mau mengabulkan permohonannya. Maka beberapa kali ada orang mengeluh mengapa dia menderita padahal dia sudah melayani Allah sedemikian rupa. Suatu kali Petrus, yang menjadi wakil atau juru bicara Gereja pun mempertanyakan kepada Yesus. "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" (Mat 19:27) Pertanyaan itu bukan sekedar meminta upah tapi dia mengikuti Yesus sebab ingin memperoleh kemuliaan seperti yang diungkapkan oleh Yohanes dan Yakobus. Ada motivasi lain selain ingin menjadi murid Yesus.

Yesus bersabda, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Mat 5:37). Dalam hal ini bukan hanya berkata tapi juga dalam melakukan tindakan. Bila orang ingin menolong orang lakukan demi orang itu, sebab orang itu membutuhkan pertolongan. Bila orang menolong orang agar mendapat popularitas atau dukungan untuk menjadi pejabat, maka hal itu berasal dari si jahat. Namun sulit untuk melakukan perbuatan baik demi perbuatan baik itu sendiri. Ada banyak motivasi tersembunyi yang menggerakkan dan mendorong orang untuk melakukan perbuatan baik.

St Vincentius A Paulo mempunyai 5 keutamaan dan salah satunya adalah sederhana atau simplisitas. Kesederhanaan bukan hanya dalam berpenampilan melainkan lebih pada motivasi dalam melakukan sesuatu. Dengan kesederhaan orang tidak mencari keuntungan bagi dirinya sendiri dalam melakukan sesuatu. Dia pun tidak berambisi melakukan tindakan-tindakan besar yang mengundang decak kagum banyak orang. Setiap tindakan entah besar atau kecil dilakukan demi sesama yang membutuhkan pertolongan. Kalau toh tindakan itu ternyata dicela oleh orang lain, dia tidak akan kecewa sebab memang dia tidak mencari muka atau pujian dari sesama. Dia hanya ingin membantu orang miskin dan menderita. Maka kadang aku heran melihat begitu banyak spanduk yang bertuliskan bahwa ada sebuah kelompok atau pribadi yang sudah membantu sesama atau aneka foto tentang perbuatan baik yang dipajang di beberapa tempat. Apakah jika demikian dia sudah memberikan atau melakukan sesuatu dengan ikhlas? Yesus bersabda “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.” (Mat 6:3)

0 komentar:

Posting Komentar