Sabtu, 02 April 2011

BELAJAR DARI HEWAN: PENYU SANG PEMBERANI


Penyu adalah salah satu hewan vertebrata yang masih tergolong reptil, sebab dia tidak sepenuhnya hidup di laut, meski menghabiskan hampir sepanjang hidupnya di lautan. Dia bernafas dengan paru-paru dan sebagian besar adalah pemakan tumbuhan, tapi ada juga yang carnivora atau omnivora. Penyu sudah hidup sejak jaman Jura (140-208 juta tahun lalu) atau sejaman dengan dinosaurus, meski mengalami perubahan bentuk. Penyu betina suatu saat akan turun ke pantai untuk bertelur. Setelah itu dia kembali ke laut dan membiarkan telurnya tertimbun pasir sampai menetas menjadi tukik. Seekor penyu betina akan menghasilkan 60-150 butir telur dalam sekali bertelur. Setelah dua bulan telur itu akan menetas. Tapi sebagian besar telur itu tidak sampai menetas, sebab dimakan oleh hewan predator seperti kepiting, biawak, burung dan sebagainya. Kalau toh sampai menetas diperkirakan hanya 11 tukik yang mampu mencapai laut dan memulai kehidupannya di laut. Maksimal hanya 50% tukik yang bertahan hidup.

Dengan demikian sejak lahir tukik tidak pernah mengetahui orang tuanya. Dia harus hidup dan berjuang sendiri. Menjelajahi lautan yang luas dan bergelora dengan aneka jenis hewan yang setiap saat dapat memangsanya. Penyu dikenal sebagai hewan yang tidak menetap di suatu tempat. Dia dapat mengarungi lautan yang luas. Bahkan ada pendapat bahwa penyu dapat berenang sejauh 3000 km dalam waktu 58-73 hari. Penyu yang menetas di Jawa dapat ditemukan di perairan Haiti dan sebagainya.

Hidup kita sering seperti tukik yang harus bergerak perlahan menuju samudra luas. Kita kecil, lemah dan tidak berdaya sedang dihadapan kita ada samudra yang dalam dan luas dimana ada banyak binatang yang siap memangsa kita. Hal ini kerap membuat kita takut dan cemas akan kehidupan kita kelak. Persaingan dalam sekolah dan mendapat pekerjaan membuat kita sering mengalami frustasi. Kita dapat belajar dari tukik yang berani untuk bertahan hidup meski banyak dari mereka yang mati sebelum mencapai ke laut. Tapi dia tidak terus bersembunyi dalam cangkangnya yang merupakan rumah yang aman. Dia berani keluar, berjalan perlahan dan berenang di dalam samudra.

Kita sering merasakan bahwa diri kita mempunyai banyak kelemahan. Kemiskinan, tidak cerdas, tidak mempunyai banyak talenta dan sebagainya. Kesadaran ini membuat kita sering enggan untuk maju. Seorang anak ketika melihat temannya mendapat hadiah karena menjadi juara menggambar, dia mengatakan tentu saja anak itu bisa berprestasi sebab orang tuanya mendukung dan memberi fasilitas. Sedangkan dia tidak mempunyai sarana sebagus yang dimiliki temannya. Ini salah satu kelemahan yang membuat orang tidak bisa maju. Dia hanya mengeluh akan situasi dirinya dan bermimpi seandainya dia memiliki hal seperti orang lain. Masih banyak keluhan-keluhan tentang keterbatasan yang membuat orang tidak dapat maju.

Thomas Alva Edison (11 Februari 1847 – 18 Oktober 1931) pada saat duduk di bangku sekolah dasar dia dikeluarkan oleh gurunya, sebab dianggap bodoh dan sedikit tuli. Tapi Nancy Edison, ibunya tidak putus asa. Dia mendidik anaknya sehingga Thomas menjadi penemu pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Untuk dapat maju orang hendaknya mempunyai visi hidup dan berani mulai aksi. Sering orang hanya terjebak dalam mimpi tapi tidak melakukan aksi, sebab takut gagal. Maka kita harus memiliki keberanian untuk memulai sebuah perbuatan. Dalam menciptakan lampu, Thomas A Edison melakukan seribu percobaan. Dia tidak putus asa dan terus mencoba sampai berhasil. Seorang yang kubantu dana untuk berjualan dalam waktu dua bulan dia sudah tidak berjualan lagi dengan alasan ada banyak saingan. Orang seperti ini tidak akan maju, sebab tidak mempunyai mental yang kuat dalam menghadapi masalah. Bila dia tahu orang lain dapat maju maka dia seharusnya belajar dari orang lain dan berani menerima kelemahan untuk diubahnya bukan hanya berlindung dibalik kelemahannya untuk tidak bergerak. Selain itu untuk maju kita perlu mendapat dukungan dari sesama. Maka kita perlu saling membantu dan mendukung. Bila tukik yang lemah saja akhirnya dapat hidup di lautan luas mengapa kita tidak?

0 komentar:

Posting Komentar