Kamis, 20 Oktober 2011

HP DAN SUARA TUHAN


Kami sedang duduk melingkar dalam sebuah pertemuan. Semua serius mendengarkan seorang pembicara yang sedang menguraikan masalah-masalah sosial yang terjadi. Tiba-tiba terdengar suara dering HP. Suaranya sangat lemah. Mungkin pemiliknya sengaja mengecilkan volume suara. Meski sudah sangat lemah, namun bisa terdengar oleh hampir semua peserta yang datang. Suara itu seperti sebuah komando kepada semua orang. Mereka serentak memegang saku atau dompet kecil atau HPnya. Semua mengira HP miliknyalah yang berbunyi.

Suara HP yang sangat lemah di tengah kerasnya suara sang pembicara bisa terdengar dan menggerakan semua orang. Betapa hebatnya pengaruh suara ini. Hal ini mungkin disebabkan semua orang tidak lagi berkonsentrasi pada sang pembicara. Atau pikiran mereka terarah pada HPnya, sehingga begitu ada suara HP mereka mengira itu adalah miliknya. Atau mereka sedang menunggu dering HP sehingga begitu berdering semua tersentak seolah yang dinanti-nantikan akhirnya datang juga. Atau memang mereka sudah terbiasa mendengarkan suara HP, bahkan hidupnya sudah dikuasai oleh suara-suara HP, sehingga meski suara itu lemah bisa ditangkap oleh pendengaran mereka.

Pengaruh HP sudah sedemikian kuat dalam hidup seseorang, sehingga kemanapun dia pergi HP tidak akan ditinggalkan. Seorang teman pernah gelisah sepanjang perjalanan sebab HP miliknya tertinggal di rumah. Seolah-olah dia kelupaan membawa sesuatu yang sangat berharga. Seorang teman lain bisa tahan berjam-jam untuk saling berkirim sms, suatu bentuk komunikasi yang baru. Dia bisa tenggelam dalam dunianya sendiri. Bahkan di dalam gereja pun orang membawa HP, sehingga sekarang di beberapa gereja ada papan pengumuman di depan pintu agar HP tidak diaktifkan. HP adalah pernemuan yang masih tergolong baru namun sudah mempunyai pengaruh yang kuat dalam kehidupan orang sehari-hari.

Pikiranku meloncat dari HP ke sabda Allah, sebab saat itu kami sedang membahas sabda Allah di dunia jaman ini. Salah satu hal yang dikemukakan oleh pembicara adalah bahwa Allah bersabda sepanjang masa. Sabda Allah bisa ditemukan dalam Kitab Suci, pengalaman pribadi dan aneka peristiwa. Persoalannya manusia kurang peka akan sabda ini. Pikiranku membayangkan seandainya sabda Allah adalah dering HP sehingga meski hanya lirih pun semua orang terkejut dan bereaksi. Dia terkejut sebab mengira bahwa dering itu ditujukan padanya. Semua orang menanti dering itu. Mungkin ini yang dikatakan dalam Kitab Suci sebagai berjaga-jaga. Atau seperti yang digambarkan dalam mazmur bagai seorang hamba yang menatap jari tuannya (bdk Mzm 123:1-2). Dia menanti pernyataan tuannya.

Dering HP sudah sangat dikenal oleh pemiliknya. Dia menjadi peka dengan suara itu, sebab sudah sering mendengarkannya. Banyak orang tidak peka akan sabda Allah mungkin dia tidak mengenalnya. Hal ini bisa dilihat betapa sedikitnya umat Katolik yang membaca dan mempelajari Kitab Suci dengan serius. Menjadikan Kitab Suci sebagai bagian dari hidupnya. Bagaimana dia akan peka akan sabda Allah jika jarang membaca Kitab Suci?

Dering HP membuat orang terlonjak sebab dia merasa dipanggil atau dibutuhkan oleh seseorang. Dia disapa oleh seseorang. Apakah Allah tidak pernah menyapa manusia? Dia pasti setiap hari menyapa manusia dalam aneka bentuk. Dia membutuhkan manusia. Dia ingin berkomunikasi dengan manusia. Namun persoalanya manusia tidak menangkap signal dari Allah. Kurang peka akan tanda-tanda sabda Allah. Akibatnya meski Allah berulang kali menyapa, manusia merasa tidak memahaminya. Aneka peristiwa hidup yang dialami setiap hari dianggap sebagai hal biasa. Tidak ada kaitannya dengan Allah. Anugerah yang diterima dilepaskan dari Allah. Sapaan Allah melalui Kitab Suci hanya diingat. Tidak direaksi.

Jika kita sekarang dikuasai HP dan setiap saat menanti deringnya, mengapa kita tidak dikuasai oleh sabda Allah dan menantikannya? Jika kita peka dengan suara dering HP mengapa tidak peka dengan suara Allah? Jika kita kemana-mana membawa HP mengapa tidak membawa Kitab Suci? Jika kita bisa menghabiskan waktu berlama-lama untuk mengirim sms mengapa tidak tahan berlama-lama untuk berkomunikasi dengan Tuhan? Tampaknya HP lebih penting daripada sabda Allah.

0 komentar:

Posting Komentar