Selasa, 07 Juli 2009

SUNGGUHKAH AKU PENGIKUT YESUS

Ketika masih melakukan karya Yesus diikuti oleh banyak orang. Bila membaca Injil tanpa harus melakukan tafsir yang rumit-rumit, maka kita dapat membedakan para pengikut Yesus itu dalam beberapa kelompok. Kelompok pertama adalah para rasul. Beberapa dipilih oleh Yesus sejak awal Dia berkarya. Setelah jumlah pengikut cukup banyak maka ditetapkan dua belas rasul yang beranggota sebagian adalah orang yang dipilih sejak awal. Mereka setelah dipilih kemudian diutus untuk mewartakan Injil dengan aneka nasehat dan kebijakan dalam misi.

Kelompok kedua adalah para murid yang lain. Mereka adalah 70 murid yang lain yang diutus oleh Yesus untuk pergi berdua-dua (Luk 10:1). Kelompok ketiga adalah orang yang berharap mendapat kesembuhan. “Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud." (Mat 9:27). Kelompok keempat orang yang mencari kenikmatan. “Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.” (Yoh 6:26). Kelompok kelima orang yang ingin melihat Yesus “Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu.” (Luk 19:2-3) atau melihat mujijat yang dilakukan Yesus. “Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." (Mat 9:33). Kelompok keenam orang yang hanya ingin mencari kesalahan Yesus “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.” (Luk 6:7). Dengan demikian orang yang berada di sekitar Yesus bahkan mengikutiNya keman saja Dia pergi belum tentu mereka sungguh ingin mengikutiNya melainkan ada aneka kepentingan.

Dalam tubuh Gereja sampai saat ini kelompok-kelompok itu masih tetap ada. Mereka menjadi Katolik bukan ingin mendekatkan diri pada Allah dengan mengikuti jalan yang sudah ditunjukkan oleh Yesus melainkan mempunyai aneka alasan. Kelompok orang yang melihat cukup banyak. Seandainya aku mampu membuat mujijat maka akan ada banyak orang di sekitarku. Mereka bukan mencari Yesus melainkan hanya ingin melihat bagaimana aku membuat mujijat sehingga mereka mempunyai bahan pembicaraan dan membanggakan diri bahwa mereka ada pada waktu aku membuat mujijat. Maka tidak heran bila banyak orang Katolik begitu percaya dengan patung menangis darah dan sebagainya. Mereka datang dari mana-mana untuk melihat patung itu. Kelompok yang juga banyak adalah orang yang mencari kenikmatan. Mereka mengikuti Yesus sebab Yesus memberikan banyak rejeki. Maka muncul teologi sukses. Tapi yang lebih banyak lagi adalah orang yang mencela. Mereka biasanya orang yang tidak mau terlibat dalam banyak aktifitas tapi mudah sekali melontarkan kritik dan mencela.

Panggilan Yesus untuk mengikutiNya berarti berani menerima perutusan. Yesus memanggil kita untuk diutus, sebab banyak orang letih lesu seperti domba tanpa gembala. Pada jaman ini banyak orang yang hidup dalam keputusasaan, hidup tanpa arah, kesepian, kekurangan cinta kasih dan sebagainya. Kesiapan mengikuti Yesus berarti kesiapan untuk digerakkan oleh belas kasih demi pelayanan kepada kaum yang lemah dan menderita. Mengikuti Yesus berati berani memberikan diri untuk orang lain bukan mencari kesenangan atau keuntungan diri sendiri.

Yesus memanggil para rasul dan menetapkan 70 murid yang lain untuk menjalankan perutusanNya. Sedangkan orang-orang lain tidak dipilih atau ditetapkan maka mereka mengikutiNya dengan aneka alasan pribadi. Kita sering mengatakan bahwa kita dipanggil dan dipilih oleh Yesus untuk mengikutiNya. Apakah kita seperti 70 murid yang lain atau seperti kelompok-kelompok yang lain? Kita termasuk kelompok yang mana? Yang tahu dan dapat menjawab pertanyaan ini hanya diri kita masing-masing.

1 komentar:

  1. Seandainya banyak orang yg sadar bahwa hidup ini sangat singkat dan bisa berakhir sewaktu-waktu, bahwa yg abadi adalah kehdpan setelah mati, sementara yg sekarang ini fana kecuali dimaknai sbg sarana mncpai keabadian itu sndri. Maka sebagai pengikut Yesus berarti menjadi seperti Yesus.Semoga diri ini terus dibri kesadrn akan makna hidup sbg pengikut Yesus. Trmksh Romo renungannya.

    BalasHapus