Jumat, 20 November 2009

XIII: THE CONSPIRACY


Sebuah mini seri NBC TV berjudul “XIII: The Conspiracy” yang ditayangkan di AS pada 8-15 Februari 2009 mengkisahkan sebuah konspirasi yang ruwet di dalam dunia politik. Cerita diawali dengan pembunuhan kakak presiden AS Sally Sheridan oleh seorang sniper pada saat dia menjadi pembicara dalam perayaan Hari Veteran. Tapi pembunuh itu tidak tertangkap. Tiga bulan kemudian ada pria, diperankan oleh Stephen Dorff, yang terluka parah, sehingga kehilangan daya ingatannya diperankan. Dia mempunyai tato angka XIII di lehernya. Dia berusaha mencari jatidirinya seperti dalam trilogi film Jason Bourne. Pencarian ini membawanya masuk dalam sebuah konspirasi politik tingkat tinggi yang berusaha menjatuhkan presiden Sally Sheridan, sebab dia berusaha mengurangi anggaran untuk senjata. Konspirasi ini didalangi oleh wakil presiden dan melibatkan menteri, agen rahasia dan pengusaha senjata. Semua orang yang terlibat dalam konspirasi ini di tato lehernya dengan angka romawi. Pemimpin tertinggi diberi angka I dan terus berurutan sampai petugas lapangan. Hanya kelompok elit yang mengetahui siapa anggota konspirasi ini, sedang yang lain tidak saling mengenal kecuali tato angka di leher. Dasar terbentuk konspirasi itu adalah uang. Bila terjadi pengurangan senjata maka para tokoh itu akan kehilangan penghasilan yang besar.

Mengikuti hingar bingar perseteruan antara KPK melawan Polisi yang gencar dimuat media membuat banyak orang menjadi analisis politik. Mulai dari rakyat sederhana sampai tokoh masyarakat hampir setiap hari membicarakan kasus cicak melawan buaya ini, entah dalam konteks bergurau atau serius. Bagi rakyat sederhana kasus ini membuat kepala pusing dan gregetan. Ada juga yang menikmati seperti nonton sebuah sinetron yang sulit ditebak akhirnya. Setiap saat bisa muncul tokoh baru yang terkait atau dikaitkan. Bermula dari tuduhan pembunuhan oleh Antasari lalu merembet ke kasus dugaan korupsi Bibit-Chandra. Muncul nama Anggodo yang dituduh sebagai makelar kasus di pengadilan. Sepertinya satu kasus belum puas dibicarakan sudah muncul kasus baru yang lebih seru dan membuat mata terbelalak bertanya-tanya.

Melihat apa yang terjadi saat ini hampir sama dengan nonton film XIII: The Conspiracy. Ruwet dan ada tokoh baru yang muncul. Seperti melihat jaring laba-laba yang centang perentang tapi saling terkait satu dengan yang lainnya. Orang hanya berharap dan bertanya-tanya siapakah sebenarnya dalang semua ini. Siapa orang yang di lehernya ada tatto I? Tapi mencari orang dengan tato I bukanlah hal yang mudah seperti di film. Siapa jagoannya pun sulit ditentukan tidak seperti di film. Hal ini membuat penasaran.

Banyak orang yakin bahwa dibalik semua ini pasti ada dalangnya. Dalam film XIII: The Conspiracy ujung-ujungnya adalah uang. Apakah yang terjadi saat ini juga berujung pada keinginan seseorang untuk mendapatkan kekayaan atau jabatan? Uang dalam banyak kasus memang menjadi ujung dan sumber dari kasus itu. Perang-perang besar yang pernah terjadi juga bersumber dari keinginan untuk mendapatkan kekayaan dengan ditutupi oleh nasionalisme atau alasan yang tampak lebih luhur lainnya.

Uang memang penting untuk menunjang kehidupan, tapi akan menjadi berbahaya bila orang mulai serakah atau menggunakan uang demi mencapai keinginannya. Tidak jarang orang dibeli agar mau mendukung seseorang dalam mencapai tujuannya. Menjelang pilkada atau pemilu banyak uang beredar dalam masyarakat. Memang hal ini tidak diakui tapi di lapangan banyak orang mendapatkan uang demi memilih partai atau orang tertentu. Maka orang yang terpilih menjadi pejabat atau wakil rakyat belum tentu karena dia dicintai atau dipercaya oleh rakyat melainkan dapat juga karena dia mempunyai banyak uang untuk membeli suara rakyat.

Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita pun melihat pelaku konspirasi demi uang. Bahkan kita pun dapat menjadi aktor penggunaan uang secara salah atau serakah sehingga tega menidas sesama. Banyak keluarga pecah akibat uang. Bahkan ada anak tega menindas orang tuanya demi uang. St. Paulus telah mengingatkan kita bahwa akar segala kejahatan adalah cinta uang (1Tim 6:10). Kecintaan pada uang membuat orang serakah dan gelap mata sehingga tega melakukan hal-hal yang melawan norma, adat, hukum dan aneka tindakan memalukan lainnya. Oleh karena itu kita perlu mengambil sikap yang tegas dalam memegang dan mencari uang. Memiliki uang boleh saja tapi jangan mencintainya secara berlebihan sehingga dapat mendorong kita melakukan kejahatan-kejahatan seperti dalam film “XIII: The Conspiracy” atau juga mungkin dalam kasus cicak melawan buaya?

1 komentar: