Selasa, 12 Januari 2010

KOTBAH

Dalam Markus 1:21-22 dikisahkan bahwa suatu hari orang di Bait Allah mendengarkan Yesus mengajar. Kita tidak tahu apa yang diajarkan oleh Yesus, sebab Markus tidak menuliskan ajaranNya. Markus hanya melukiskan reaksi orang yang mendengarkan. Mereka takjub sebab Yesus mengajar berbeda dengan ahli Taurat. Apakah yang beda? Dalam Injil sedikit sekali diceritakan apa yang diajarkan oleh Yesus di Bait Allah. Pada umumnya yang ditulis adalah ajaran Yesus diluar Bait Allah. Markus menulis sekali apa yang diajarkan oleh Yesus di Bait Allah. Dia hanya mengucapkan beberapa kata yang berujung pada kecaman terhadap ahli Taurat (Mrk 12:35-40). Apakah ajaran seperti itu yang membuat pendengarnya menjadi takjub?

Dalam Matius pun hanya diceritakan inti ajaran Yesus ketika di Bait Allah yaitu tentang Kerajaan Allah. Tidak dijelaskan bagaimana cara dan isi ajaranNya. Lukas menuliskan cara Yesus mengajar di Bait Allah. Dia hanya mengucapkan satu kalimat. Tapi orang disana kagum akan kata-kata yang indah (Luk 4:22). Indahkah kalimat yang diucapkan Yesus? Dimana keindahannya? Bagiku jauh lebih indah kata-kata yang kuucapkan ketika berkotbah. Tapi belum pernah ada orang yang mengatakan bahwa aku berkata-kata dengan penuh kuasa sehingga membuat mereka takjub.

Apakah karena yang berkotbah adalah Yesus sehingga meski hanya satu kalimat saja sudah membuat orang takjub dan dianggap lebih baik dari pada ahli Taurat? Mereka kagum bukan apa yang dikatakan tapi siapa yang mengatakan. Hal ini memang umum. Seorang yang terkenal bila mengucapkan apa saja akan dipercaya oleh pendengarnya. Atau karena ajaran Yesus mengkritik orang-orang yang selama ini dianggap hebat maka Dia dianggap hebat? Apa yang diucapkan oleh Yesus sebetulnya ingin diucapkan oleh para pendengarnya tapi mereka tidak mempunyai keberanian. Maka ketika ada orang yang berani mengucapkan apa yang ingin mereka katakan membuat mereka menggaguminya. Apakah ajaran macam itu membuat orang melihat Yesus berkuasa?

Aku rasa ketakjuban para pendengar bukan karena yang mengajar adalah Yesus atau karena Yesus berani mengecam ahli-ahli Taurat. Dalam Luk 4:22 Yesus baru pertama kali muncul. Dalam Markus 1:21 pun Yesus masih relatif baru berkarya. Dia belum menjadi orang hebat dan populer. Dalam Luk 4:22 ajaran Yesus disebut indah sebab Dia menyatakan bahwa ramalan Yesaya itu tergenapi dalam diriNya. Bagiku inilah yang membuat orang kagum, takjub dan menyatakan indah. Di Bait Allah Yesus mengajak orang untuk mendengarkan Firmah Tuhan dan menyatakan bahwa Firman itu sudah terwujud dalam DiriNya. Dalam seluruh tindakanNya. Yesus menjalankan secara penuh apa yang diajarkan. Apa yang diajarkan itulah yang dilakukan. Hal ini berbeda dengan ahli Taurat. Mereka mengajar tapi tidak melakukannya (Mat 23:2-3).

Bila aku melihat di TV atau di berbagai tempat ada orang yang hanya mengutip satu ayat lalu dia mengajar sampai berpuluh-puluh menit. Dari satu ayat dijabarkan menjadi ratusan kalimat. Kadang ada tepuk tangan kekaguman dan seruan-seruan “Amin” yang artinya setuju. Apakah dengan demikian dia sudah mengajar penuh kuasa sehingga membuat orang takjub? Mungkin dalam sesaat orang kagum akan kata-kata yang hebat, mengguggah dan terkadang lucu. Tapi apakah pengajaran itu membuat orang bertobat? Terlebih apakah dia konsekwen dengan apa yang dikatakan? Ahli Taurat pun mampu mengajar dengan bagus, maka Yesus pun meminta orang untuk mentaati ajaran mereka tapi jangan mengikuti apa yang dilakukannya. Ada perbedaan antara ajaran dengan tindakan dan sikap hidupnya.

Di Bait Allah Yesus membaca Kitab Suci dan mengajak orang untuk mendengarkan Sabda Allah. Dia menegaskan bahwa Sabda Allah itu sudah terwujud dalam DiriNya. Pusat ajaran Yesus adalah Sabda Allah dan bagaimana mewujudkan dalam sikap dan tindakkanNya. Dia pelaku Sabda yang sempurna, sehingga orang yang melihat Yesus maka dia melihat Sabda Allah yang nyata. Inilah yang membuat mereka takjub.

0 komentar:

Posting Komentar