Senin, 19 April 2010

UANG DAN PERSAHABATAN

Hampir semua dari kita mempunyai uang di dompet. Entah itu dalam jumlah ribuan bahkan mungkin sampai jutaan. Tapi uang itu tidak akan berguna bila tetap berada dalam dompet. Uang baru ada gunanya bila kita keluarkan dari dompet dan digunakan sebagai alat bayar. Bila uang dikeluarkan tapi hanya sekedar dikeluarkan juga tidak ada gunanya sebab belum digunakan sesuai dengan fungsinya. Atau uang digunakan sebagai bahan untuk membuat origami atau seni melipat kertas bangsa Jepang, maka tidak digunakan secara maksimal, sebab uang bukan untuk origami. Demikian pula semua barang hanya dapat bermanfaat secara maksimal bila digunakan dengan tepat.

Pada jaman ini uang memegang peran penting dalam kehidupan manusia. Orang dapat menjadi sahabat atau musuh karena uang. Bahkan orang rela mati dan menanggung malu karena ingin memiliki uang. Maka orang bangga bila mempunyai banyak uang. Dengan banyak uang dia akan dihargai oleh sesamanya. Tapi buat apa kita punya banyak uang bila tidak mampu menggunakan secara maksimal? Misalnya saya punya uang semilyard di lemari kamar, lalu buat apa bila saya tidak mampu menggunakannya. Uang itu akan menjadi lembaran kertas yang tidak ada harganya. Hanya membuat penuh lemari serta membuat kita cemas sebab takut ada orang jahat yang mecurinya.

Bagi saya orang yang berbahagia adalah bila dia mempunyai uang dan dapat memanfaatkannya. Memang bisa saja kita memanfaatkan uang untuk diri sendiri. Tapi diri sendiri juga ada batasnya. Bila orang suka makan enak, maka dia mengumpulkan uang untuk bisa membeli makanan enak. Tapi perut ada batasnya. Suatu saat dia akan berhenti untuk membeli makan sebab sudah terlalu kenyang. Seorang teman dulu ingin mempunyai villa di sebuah daerah wisata. Maka dia berusaha mengumpulkan uang agar dapat membeli villa. Pada saat pertama memiliki villa setiap minggu dia dan keluarganya pergi ke villa. Tapi setelah berjalan dua bulan, anak-anaknya mulai bosan. Lambat laun villa itu dibiarkan kosong dan hanya ada pembantu yang merawatnya. Orang dapat mencapai suatu titik jenuh.

Aristoteles (384 SM-322 SM) seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa kebahagian manusia diperoleh bersama sesamanya. Orang yang tinggal sendiri di sebuah pulau meski dia memiliki segalanya, pasti dia tidak akan bahagia. Dia membutuhkan sesama. Menurut Aristoteles dalam mencari kebahagiaan orang tidak bisa egois. Bila orang hanya mencari kebahagiaan diri sendiri, maka dia akan jatuh dalam kesepian. Orang dapat menemukan kebahagiaan sejati bila dia berusaha membahagiakan orang lain. Bila orang berusaha membahagiakan orang lain maka dia akan menemukan sahabat. Dengan persahabat orang akan saling memberi dan menerima secara tulus. Orang akan menerima sahabatnya apa adanya dan mereka akan saling membahagiakan.

Apakah uang dapat untuk membangun persahabatan sehingga orang dapat bahagia? Jelas hal ini dapat saja dilakukan bila kita mau berbagi dengan sesama. Kita mencari uang bukan untuk menumpuknya melainkan menggunakannya secara maksimal. Bila kita sadar bahwa kebutuhan dasar kita ada batasnya, maka uang yang kita miliki dapat bagi dengan orang yang membutuhkan untuk menjalin persahabatan. Sering kali memang ada orang yang berbagi dengan sesamanya, tapi bukan untuk membangun persahabatan melainkan untuk mencari kepuasan diri atau merupakan reaksi atas sebuah kejadian dan peristiwa. Maka uang dapat memberi kebahagiaan bila digunakan untuk membangun persahabatan.

Namun sering kali orang salah dengan mengira bahwa punya uang dia akan bahagia, maka fokusnya adalah mengumpulkan uang. Padahal padangan inilah sebetulnya yang membuat orang tidak bahagia, sebab dia akan mengejar uang dengan mengabaikan persahabatan bahkan merusak persahabatan dan kekeluargaan. Banyak saudara dan sahabat berubah menjadi musuh disebabkan masalah uang. Semua ini tergantung pada pilihan kita sendiri. Mana yang akan kita cari dalam hidup ini?

0 komentar:

Posting Komentar