Rabu, 26 Januari 2011

PANGGILAN YESUS

Ketika Simon Petrus dan Andreas saudaranya sedang menjala ikan di danau Galilea, tiba-tiba muncul Yesus berdiri di tepi danau. Lalu Yesus memerintahkan kepada mereka sebuah perintah singkat. "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mat 4:19). Yesus tidak mengenal mereka sebaliknya mereka pun tidak mengenal Yesus. Tetapi Yesus berani memangajak mereka untuk mengikutiNya dan akan mengubah profesi mereka dari penjalan ikan menjadi penjala manusia. Mengapa Yesus mengajak mereka? Apakah mereka satu-satunya nelayan yang masih menjala ikan? Tentu di danau Galilea ada banyak nelayan yang sedang bekerja. Salah satunya adalah Yohanes dan Yakobus yang sedang bersama ayah mereka membereskan jala. Tapi ajakan Yesus kepada Simon, Andreas, Yohanes dan Yakobus adalah sebuah misteri yang hanya diketahui sendiri oleh Yesus sebagai Putra Allah.

Simon dan kawan-kawan begitu mendapat perintah langsung meninggalkan segalanya lalu mengikuti Yesus. Sebuah keputusan yang sangat berani, sebab mereka tidak mengenal Yesus. Mereka hanyalah nelayan yang pasti tidak memahami tujuan yang dikatakan oleh Yesus yaitu untuk menjadi penjala manusia. Tapi mereka tidak bertanya apa maksud Yesus dengan perkataan itu dan kemana mereka akan diajak pergi. Yohanes dan Yakobus pun tidak pamit kepada ayahnya dan dia tidak bertanya pada Yesus lalu siapa yang akan mengurus ayahnya. Simon Petrus sudah mempunyai istri tapi dia pun tidak pulang dahulu untuk pamit atau minta ijin pada istrinya boleh atau tidak dia mengikuti Yesus. Semua itu pasti disebabkan mereka tertarik oleh sesuatu yang mungkin tidak mereka pahami yang ada atau keluar dari dalam diri Yesus. Meski pada akhirnya mereka pun "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” (Mat 19:27).

Yesus memanggil orang tanpa bertanya apakah mereka mau mengikutiNya atau tidak. Apakah mereka sedang repot atau tidak. Dia juga tidak menjelaskan kemana akan pergi dan apa yang akan diperoleh bila mengikutiNya. Dalam hal ini Dia menunjukkan kuasaNya sebagai Putra Allah yang tidak membutuhkan pendapat manusia. Dia juga dapat datang tiba-tiba dan dimana saja untuk memilih orang. Matius yang sedang duduk di depan rumah cukai pun diajakNya. Pada saat itu sudah banyak orang mengikutiNya, tapi Dia mengajak Matius untuk mengikutiNya. Mengapa Dia tidak memilih salah satu dari orang yang ada di sekitarNya? Inilah misteri yang hanya diketahui oleh Yesus sendiri.

Yesus terus berkarya sampai saat ini. Dia terus menemui orang dan mengajak untuk mengikutiNya. Kita adalah salah satu orang yang dikehendakiNya untuk mengikutiNya. Kadang tidak kita mengerti mengapa tiba-tiba kita ingin mengikutiNya? Padahal banyak banyak tantangan bahkan penderitaan ketika kita berusaha mengikutiNya. Ada orang karena mengikuti Yesus dia harus pergi dari keluarganya. Ada orang yang kehilangan jabatannya. Tapi ada pula orang yang memberikan banyak alasan untuk menolak ajakan Yesus. Ada pula orang yang menunda-nunda dan mengabaikan ajakan itu. Memang manusia diberi kehendak bebas untuk memilih apa yang baik menurut dirinya. Ajakan Yesus dapat dianggap suatu yang kurang baik dan kurang menguntungkan sehingga di tolak atau ditunda. Yesus tidak memaksa bila orang menolaknya, bahkan Dia memberi keleluasaan pada Yudas yang jelas akan mengkhianatiNya. Yesus tetap menghargai kebebasan manusia.

Ajakan Yesus bukan hanya untuk menjadi Katolik, tapi ajakan Yesus terus menerus dalam hidup kita. Ibu Teresa dari Kalkuta setelah menjadi seorang suster dia merasa mendapat panggilan lagi untuk melayani Yesus yang miskin. Maka dia meninggalkan biaranya dan menjadi bagian dari kaum miskin. Yesus pun dapat datang pada kita dan memanggil kita kapanpun Dia mau tanpa bertanya situasi yang sedang kita alami. Dia dapat datang dalam diri kaum miskin dan menderita. Inilah tantangan kita apakah kita peka akan ajakan Yesus dalam hidup kita? Atau kita tahu tapi mengabaikanNya? Atau kita seperti anak sulung yang mengatakan “ya” tapi tidak mengerjakannya.

0 komentar:

Posting Komentar