Minggu, 14 Maret 2010

WAKTU


Kadang kalau sedang menunggu lampu hijau menyala di traffic light aku merasa sangat lama padahal angka digital yang menghitung mundur waktu menunjukkan hanya beberapa detik saja. Di beberapa traffic light lama waktu untuk setiap perubahan lampu berkisar antara 1 sampai 2 menit. Bahkan ada yang hanya 30 detik saja. Tapi waktu 30 detik itu pun dirasa sangat lama bila harus menunggu, sebaliknya menjadi sangat cepat bila akan lewat. Kadang aku mengejar waktu yang bergerak cepat agar dapat melintasi perempatan. Dari sini aku melihat bahwa waktu itu sangat relatif dan sangat berguna.

Bagi beberapa orang waktu itu sangat berguna. Waktu 1 detik bagiku dapat sangat berguna untuk dapat melintasi perempatan. Bagi Michael Jordan waktu 5 detik dapat digunakan untuk memenangkan Chichago Bulls ketika melawan Utah Jazz sehingga menjuarai NBA untuk keenam kalinya. Bagi Michael Phelps, perenang AS, waktu 0,13 detik sangat penting untuk mengalahkan Rafael Munoz sehingga dia dapat menjuarai renang gaya kupu-kupu jarak 100 m. Masih banyak lagi aneka rekor yang diciptakan dalam hitungan detik bahkan dibawah detik. Bila melihat ini maka kadang aku merasa malu mengapa aku meremehkan waktu satu detik bahkan ratusan detik sehingga membuangnya secara percuma atau untuk melakukan hal yang tidak berguna.

Dalam budaya modern seperti jaman ini sering kali kita mendengar orang yang mengatakan tidak punya waktu. Banyak orang tenggelam dalam aneka kesibukan sehingga tidak mempunyai waktu lagi. Akibatnya terjadi krisis terutama krisis relasi personal. Banyak orang kehilangan relasi yang hangat dengan sesamanya sebab orang tidak mempunyai waktu untuk bertegur sapa secara personal. Krisis ini juga melanda keluarga-keluarga. Dalam bahasa Inggris ada dua kata yaitu house dan home yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sama yaitu rumah, padahal dua kata ini mempunyai arti yang berbeda. House adalah konstruksi bangunan dimana ada atap, pintu, dinding dan sebagainya. Tidak diperhatikan apakah orang yang tinggal saling menyapa atau ada kasih. Sedangkan home adalah tempat tinggal dimana orang dapat nyaman, berkembang, menghidupi kehidupannya. Seseorang membedakan house dan home sebagai berikut. "Home is where the heart is." You can live in a beautiful home, but if you have no one to love and share it with, then it's just a plain house no matter how fancy it is.” Sedangkan yang lain mengartikan sebagai berikut, Home is place where one can find the stracture with respect, love, care and feeling for each other among the family members but structure minus other qualities can be termed as a house. Jaman ini banyak rumah sudah menjadi house daripada home.

Krisis dalam keluarga akibat hilangnya relasi personal sehingga kita tidak mampu membangun home disebabkan kita tidak mempunyai waktu. Apakah kita sungguh tidak mempunyai waktu ataukah banyak waktu yang kita buang percuma? Apakah kita sudah menggunakan setiap detik waktu untuk meraih kemenangan seperti Michael Jordan dan Michael Phelps? Dalam keseharian sering kita tidak menggunakan waktu yang ada secara efektif dan efesien. Orang bisa bertahan selama berjam-jam untuk menikmati acara TV atau tindakan membuang waktu yang sebetulnya kurang bermanfaat bagi dirinya. Hal yang sering terjadi adalah orang kurang memiliki management waktu yang tepat. Tidak jarang ketika bangun tidur di pagi hari kita tidak tahu apa yang ingin kita raih dan lakukan pada hari itu. Kita mengikuti saja apa yang terjadi sehingga terkejut ketika sadar bahwa sudah senja. Lalu kita mengeluh bahwa kita kehabisan waktu.

Kita sudah tahu bahwa dalam 1 hari waktu berjalan selama 24 jam. Maka sebetulnya kita tidak mungkin kekurangan waktu, bila semua sudah ditata dan dijadwal sedemikian rupa. Dengan demikian krisis-krisis, terutama krisis relasi personal, yang terjadi akibat kita kekurangan waktu sebetulnya dapat dihindari. Selain itu perlu adanya skala prioritas dalam pembagian waktu. Sesuatu yang penting dalam hidup diberi porsi yang lebih besar dibandingkan hal yang lain. Tapi persoalannya sering kali kita kurang mampu membedakannya sehingga menimbulkan krisis dalam kehidupan kita.,

0 komentar:

Posting Komentar