Kamis, 25 Maret 2010

HARI BARU


Ketika masih kecil dulu aku sering tidak bisa tidur bila diberitahu akan dibelikan sepatu atau pakaian baru. Aku ingin hari segera berubah sehingga bapak atau ibu segera membeli dan aku dapat memakainya. Pernah suatu sore bapak memberikan sepatu baru. Aku begitu senangnya sehingga sepatu itu langsung kupakai sampai tidur malampun tidak kulepas. Tapi semua yang baru itu hanya menyenangkan beberapa hari saja. Setelah itu semua menjadi biasa lagi. Kegembiraan akan sepatu atau pakaian yang baru menjadi hilang. Tidak jarang aku mulai mengeluh dan bosan dengan sesuatu yang semula membuatku bahagia. Aku ingin ganti lagi atau iri melihat milik teman yang kuanggap lebih bagus, sehingga mulai mengeluh mengapa bapak atau ibu membelikan yang ini tidak yang seperti itu.

Apa yang aku alami pada masa kecil itu tidak jarang dialami oleh banyak orang dalam bentuk yang berbeda. Orang sangat bersemangat ketika mulai diterima di sebuah perusahaan. Dia membayangkan akan bertemu dengan orang baru, pekerjaan baru dan suasana baru. Hari pertama menjadi hari yang menyenangkan. Tapi lama kelamaan mulai timbul kebosanan sebab bertemu dengan orang yang sama di tempat yang sama. Melakukan pekerjaan yang sama. Maka tidak jarang orang mengeluh jenuh dengan pekerjaannya. Rasa jenuh yang muncul dalam hati membuat orang kehilangan semangat. Mulai menjadi tidak cocok dengan teman sekantor hingga timbul cek cok kecil-kecilan yang semakin lama semakin membesar dan menimbulkan antipati atau dendam. Akibatnya banyak orang merasa hari Senin menjadi hari yang membosankan.

Rasa bosan dengan situasi hidup sehari-hari disebabkan orang tidak melihah hal yang baru dan indah dalam diri sesama atau situasi hidupnya. Begitu bangun tidur pada pagi hari yang timbul dalam angan adalah kebosanan hari ini. Rutinitas yang menjemukan. Bila hidup diawali oleh hal negatif maka sepanjang hari ada kemungkinan diwarnai oleh rasa itu. Memang orang tidak bisa mudah mengganti teman, situasi hidup, pekerjaan dan sebagainya. Dia mau tidak mau harus bertemu dan menjalani semua itu. Hal yang dapat dilakukan adalah ketika bangun tidur pagi hari membayangkan hal baru atau menyenangkan pada hari itu. Menciptakan atau mencari suasana baru dalam hidup yang dapat membuat bersemangat.

Kita setiap hari melihat matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Oleh karena peredaran matahari itu sudah biasa dan kita sudah tahu sejak lahir, maka kita tidak melihat keindahannya. Kita baru mengagumi keindahan matahari terbit atau tenggelam ketika di gunung Bromo atau pantai Kuta. Padahal matahari itu satu. Dimana pun kita berada akan melihat matahari yang satu dan sama. Keindahan itu muncul sebab dalam diri kita mempunyai keyakinan akan melihat keindahannya. Sejak berangkat dari rumah kita sudah meyakinkan diri akan melihat keindahan matahari terbit atau terbenam di gunung Bromo atau pantai Kuta. Dengan demikian bukan mataharinya yang berubah tapi keinginan dan keyakinan kita untuk melihat keindahan itulah yang membuat matahari menjadi indah.

Kejenuhan akan teman, pekerjaan dan situasi hidup disebabkan kita kurang mencari keindahannya setiap hari. Kita melihat semua sama seperti kemarin. Semua biasa saja. Maka perlu untuk mencari keindahan dan sesuatu yang membuat kita kagum dalam diri teman, pekerjaan dan situasi hidup. Apa yang biasa dan sederhana akan menjadi indah dan mengagumkan bila kita mempunyai cinta. Dari rasa cinta akan timbul pikiran-pikiran positip, sehingga kita bisa melihat hal positip dalam apa saja yang kita temui sepanjang hari. Rasa cinta ini dibangun setiap kita bangun tidur pada pagi hari sehingga akan menumbuhkan semangat dan energi positip dalam diri yang akan mewarnai hidup kita sepanjang hari. Tapi membangun daya positip itu tidak mudah, sebab kita lebih mudah untuk melihat hal negatip dan kekurangan dalam aneka hal. Untuk itu perlu belajar terus menerus menumbuhkan hal positip sehingga kita dapat melihat segala sesuatu penuh kekaguman dan keindahan yang membuat hari hidup kita menjadi cerah.

0 komentar:

Posting Komentar