Sabtu, 10 Oktober 2009

PEMBERIAN YANG PENUH KASIH

Rata Penuh“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” (1Yoh 13:16)

Pada Perjanjian Lama sebelum Kristus sudah banyak nabi dan orang suci yang diutus Allah untuk membawa manusia kembali padaNya. Mereka mengaja agar manusia saling mengasihi, berlaku adil terhadap sesama, serta membela kaum miskin dan tertindas. Namun tidak satupun yang mati demi orang yang dibelanya. Yesus bukan hanya mengajar dengan perkataan dan tindakan keselamatan seperti menyembuhkan, memberi makan dan sebagainya, namun Dia menyerahkan diriNya demi keselamatan manusia. inilah puncak kasih Kristus yaitu peristiwa penyaliban. Tidak ada pemberian yang lebih besar daripada pemberian nyawa demi kedamaian dan keselamatan orang lain. Apa yang dilakukan Kristus adalah sebuah wujud keteladanan bagaimana seharusnya kita hidup dan bersikap.

Namun penyerahan nyawa bukanlah segalanya bila tidak didasari oleh cinta. Paulus mengingatkan kita bahwa dari segalanya yang terbesar adalah cinta. “Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.” (1Kor 13:3). Hal ini mengingatkan kita bahwa segala pemberian entah besar atau kecil harus didasari oleh kasih yang besar.

Suatu hari Ibu Teresa menemukan seorang yang sangat mabok di tengah jalan. Tampaknya dia orang yang cukup mampu, tapi saat itu dia sangat mabok, sehingga berdiripun dia tidak mampu. Orang itu dibawa ke rumah penampungan. Disana para suster merawatnya dengan penuh kasih, perhatian dan keramahan. Setelah dua minggu dia berkata pada para suster, “para suster hatiku terbuka. Kini saya menyadari bahwa Tuhan mencintai saya. Saya telah merasakan kasihnya yang lembut. Saya mau pulang.” Sebulan kemudian dia datang lagi membawa cek. Cinta kasih berhasil membawa dia kembali kepada lingkungan keluarganya, ke lingkungan anaknya yang ramah dan istrinya yang sangat mencintainya. Cinta kasih yang Anda sertakan dalam pemberian Anda adalah yang paling penting. Jika Anda ingin berbahagia, jika Anda ingin mempunyai keluarga yang suci, ulurkan tangan Anda untuk melayani dan berikan hati Anda untuk mencintai.

Pada jaman ini banyak orang yang memberi. Ketika terjadi gempa di Jogjakarta banyak sekali orang yang berbondong-bondong kesana untuk membantu. Hal ini bukan hanya ketika terjadi di Jogjakarta melainkan dimana-mana. Banyak orang berani memberikan apa yang mereka miliki untuk orang lain. Jika demikian apakah negara kita sudah penuh dengan orang yang saling mencintai? Suatu pemberian bukan tolok ukur sebuah cinta. Ada banyak orang memberi tanpa cinta namun dengan aneka alasan lain. Pemberian cinta adalah pemberian diri yang dapat mengubah seseorang. Ibu Teresa memberikan kasihnya yang terungkap dalam merawat orang mabok. Orang itu merasakan kasih yang besar dan berubah. Dia pun memberi cek agar Ibu Teresa dan para suster memperlakukan orang lain seperti mereka memperlakukan dirinya. Kasih itu mengubah orang. Mengubah bukan berarti hanya mengubah secara fisik misalnya orang miskin menjadi kaya. Namun mengubah untuk lebih bisa saling mengasihi. Kasih yang kita berikan menyadarkan orang akan kasih Allah dan membantunya untuk mampu mengasihi orang lain seperti yang pernah dia rasakan dari kita.

0 komentar:

Posting Komentar