Jumat, 02 Juli 2010

DALAM KELEMAHAN AKU DIPANGGIL

Di paroki kami sangat kekurangan asisten imam atau prodiakon yaitu awam yang membantu imam untuk membagi komuni pada saat misa atau mengirim komuni pada umat yang sakit. Orang yang aku tawari menolak dengan alasan belum pantas. Mereka masih mudah jatuh dalam dosa atau masih mempunyai banyak dosa. Mereka masih hidup mengejar hal duniawi dan sebagainya. Bagi mereka menjadi asisten imam itu adalah orang yang suci. Orang yang sudah tidak lagi mengejar kesenangan duniawi. Maka biar orang-orang tua saja yang menjadi asisten imam, sebab mereka sudah tidak mengejar segala kenikmatan duniawi. Maka banyak asisten imam sudah diatas 60 th. Kadang aku kasihan bila melihat orang-orang tua membantu membagi komuni, sebab mereka sulit jalan, tangan gemetaran, dan sering mengalami masalah karena usia.

Alasan penolakan dari orang yang kutawari memang ada benarnya. Memakai jubah putih dan membagi Tubuh Kristus mengandaikan bahwa diri sudah terbebas dari dosa. Tapi siapakah orang di dunia ini yang terbebas dari dosa selain Bunda Maria dan Yesus sendiri? “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus” (Rm 3:23-24). Kita semua berdosa dan oleh Kristus dosa kita ditebus. Jika hanya mengingat akan dosa, maka tidak ada orang yang berani melayani. Pelayanan bukan berarti sebuah kesombongan untuk menyatakan diri bahwa kita tidak berdosa atau kita lebih hebat dari pada orang lain, melainkan kesiapan untuk mengikuti panggilan Kristus. Dalam kelemahan kita berusaha menjawab panggilan Yesus.

“karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Mat 9:13). Hal yang sering kita ingat adalah bahwa Yesus datang untuk mencari kita yang berdosa. Dia meninggalkan 99 domba demi mencari satu domba yang tersesat. Kita hanya menunggu Yesus mencari dan menyelamatkan kita. Yesus bukan hanya mencari orang berdosa untuk menyelamatkannya, tapi Dia juga memanggil. Sabda Yesus di atas dalam konteks panggilan Matius. Panggilan adalah hak khusus Tuhan. Dia berhak memanggil siapa saja dan kapan saja. Tanpa meminta persetujuan orang yang dipanggilnya. Dia mengajak Matius tanpa meminta persetujuan atau menanyakan apakah Matius repot atau tidak. Dia mengajak dengan penuh kuasa.

Penonjolan akan kedosaan hanyalah salah satu bentuk dari sekian banyak alasan penolakan panggilan. Panggilan Yesus menuntut kita melakukan belas kasih pada sesama yaitu memberikan diri, berani berkurban atau menanggung salib sesama. Hal ini berarti kita harus berani meninggalkan diri dan segala kepentingan diri. Dalam dunia yang semakin egois dan individualis, maka pemberian diri pada sesama merupakan hal yang berat. Inilah yang membuat kita enggan. Kita lebih senang menjadi pengikut Kristus yang pasif. Mencari kesalehan diri melalui doa-doa dan meditasi daripada aktif terlibat dalam pelayanan pada sesama. Atau puas memberikan dana untuk karya pelayanan, tapi sebetulnya Tuhan lebih menghendaki tindakan belas kasih. “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan.” (Mat 9:12)

Kesadaran akan kelemahan, kedosaan dan rasa ketidakpantasan diri hal ini sangat penting bagi kita bila ingin mengikuti Yesus. Kita akan terus terdorong untuk bersandar pada Yesus. Menyerahkan seluruh pelayanan kita pada Yesus. Keberhasilan dan kegagalan apa yang kita lakukan adalah milik Yesus. Tapi kita sering merasa bahwa pelayanan adalah milikku sehingga bila berhasil maka akan tumbuh kesombongan sebaliknya bila gagal akan merasa frustasi. "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2Kor 9:12). Rasul Paulus menyatakan bahwa dirinya lemah dan berdosa. Dalam kelemahan itu dia menunjukkan kuasa peran kuasa Allah dalam hidupnya. Oleh karena itu kesadaran akan kelemahan diri sangat penting dalam pelayanan, sebab dengan demikian kita membiarkan kuasa Allah berkarya dalam hidup dan pelayanan kita.

0 komentar:

Posting Komentar