Jumat, 04 Maret 2011

INJIL BARNABAS

Dalam bahasa Indonesia ada 3 terjemahan Injil Barnabas yaitu oleh J. Bachtiar Affandie (1969); Husein Abubakar dan Abubakar Basjmeleh (1970) dan Rahnip M. BA (1980). Naskah asli Injil Barnabas yang bisa diketemukan sampai saat ini ditulis dalam bahasa Italia dengan berbagai catatan di tepi buku dalam bahasa Arab yang jelek. Naskah ini diterjemahkan oleh Londsdale Ragg dan Laura Ragg dalam bahasa Inggris pada tahun 1907. Sejak saat itulah orang mulai membicarakan Injil Barnabas. Terjemahan ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Rahnip BA, dengan banyak kesalahan.

Sedang Abubakar dan Bachtiar menterjemahkan Injil Barnabas dari bahasa Arab. Injil Barnabas dalam bahasa Arab merupakan terjemahan dari bahasa Inggris dan mungkin dipengaruhi Injil Barnabas dalam bahasa Italia. Dengan demikian terjemahan Injil Barnabas dalam bahasa Indonesia bersumber dari terjemahan bahasa Inggris yang ditulis oleh Lonsdale dan Laura. Injil Barnabas dalam bahasa Italia disimpan di perpustakaan negara Wina, Austria. Memang ada Injil Barnabas, yang tidak lengkap, ditulis dalam bahasa Spanyol sekitar abad XVIII dan kini tersimpan di Sydney. Injil ini merupakan terjemahan dari bahasa Italia oleh seorang muslim bernama Mustafa de Aranda.

KAPAN INJIL BARNABAS BAHASA ITALIA DITULIS?

Dari penelitian cara penulisan, kertas yang dipakai dan cara menjilidnya, maka diperkirakan buku ini ditulis setelah pertengahan kedua abad XVI. Jika melihat bahasa Italia yang digunakan sangat banyak perbedaan dengan bahasa Italia yang digunakan oleh orang Italia, misalnya dengan banyaknya penambahan huruf "h" (anno ditulis hanno, dst). Menurut Prof. M. de Epalza seorang cendikiawan Spanyol, melihat dialek yang digunakan oleh penulis, kemungkinan besar si penulis adalah orang yang menggunakan bahasa Italia dalam dialek Tuska. Dialek ini digunakan di daerah Italia Utara oleh orang yang berbahasa Spanyol sebagai bahasa ibu.

Apakah Injil Barnabas dalam bahasa Italia merupakan terjemahan dari bahasa lain? Sulit untuk mengatakan "ya", sebab jika suatu buku merupakan terjemahan, maka bahasa aslinya masih tampak dalam susunan kalimatnya, bagitu pula gaya bahasa dan sebagainya. Dalam Injil Barnabas hal itu tidak tampak. Maka dapat dipastikan bahwa Injil Barnabas yang asli ditulis dalam bahasa Italia. Bahasa Italia sendiri baru menjadi bahasa tulis pada abad XIII.

Menurut Mustafa de Aranda, penulis dalam bahasa Spanyol, Injil Barnabas bahasa Italia semula berada di perpustakaan Vatikan. Pada saat Paus Sixtus berkuasa (1585-1590) seorang rahib bernama Fr. Marino melihat Injil itu diperpustakaan dan mencurinya. Fr. Marino kemudian masuk Islam. Kisah ini dapat dipastikan isapan jempol belaka, sebab hampir sama dengan kisah dalam Injil Barnabas ps 191 dan 192 yang menceritakan dialog antara Yesus dengan seorang ahli Taurat sampai akhirnya ahli Taurat itu berkata, “Seluruh kitab ini aku belum membacanya, karena pejabat tinggi agama itu – di dalam perpustaakaannya aku membaca- telah melarang aku mengatakan bahwa seorang keturunan Ismael telah menulisnya”. (ps 192) Kemungkinan besar kalimat ini merupakan gambaran diri si pengarang.

0 komentar:

Posting Komentar