Kamis, 03 Maret 2011

MELARIKAN DIRI

Hampir semua anak-anak yang ada di rumah singgah suka minum minuman beralkohol sampai mabuk. Kadang mereka mengoplos berapa bahan tanpa peduli akan resiko keracunan yang dapat membawa kematian. Bagi mereka yang penting mabuk. Pernah ada satu anak dilarikan ke UGD sebab nyaris mati karena minum kopi dicampur dengan kecubung, suatu tanaman perdu yang beracun serta minuman suplemen. Pernah juga mereka membeli alkohol 70% dicampur minuman suplemen dan soft drink. Akibatnya mereka juga hampir mati. Belum lagi bila minuman itu dicampur oleh obat-obatan yang memang dapat membuat orang teler. Meskipun pernah hampir mati dan tahu akibat setelah minum tubuh mereka menjadi sakit semua, tapi mereka tidak pernah kapok. Selalu saja ada anak yang mabuk dan teler akibat obat atau minuman beralkohol.

Salah satu alasan mereka mabuk adalah mereka ingin melarikan diri dari kenyataan. Mereka ingin melupakan hidupnya yang berat dan penuh luka. Bagi mereka dengan mabok mereka dapat sejenak melupakan realita kepahitan yang harus dijalani. Banyak orang juga berusaha melarikan diri dari kepahitan hidup. Mereka menciptakan mimpi indah yang ingin diraihnya. Dulu seorang bapak terjebak kasus hutang yang sangat besar akibat judi. Semula dia adalah bapak yang baik dan bertanggungjawab. Suatu saat usahanya hancur. Dia ingin mempunyai modal lagi dari apa yang tersisa. Maka dia nekad mempertaruhkan sisa hartanya untuk berjudi dengan harapan bila menang maka dia dapat mempunyai modal kembali untuk membangun usahanya kembali. Ternyata dia sering kalah sehingga semua hartanya ludes dan terjebak rentenir. Masih banyak lagi cerita tentang orang yang dengan berbagai cara berusaha melarikan diri dari realita hidup yang tidak diinginkannya.

Usaha melarikan diri dari kepahitan hidup adalah usaha yang sia-sia. Kepahitan dan masalah harus dihadapi dengan penuh keberanian. Memang bila masalah datang bertubi-tubi dapat membuat orang menjadi frustasi, sehingga berusaha melarikan diri dari kenyataan. Bahkan tidak jarang meninggalkan Tuhannya, sebab dia menganggap bahwa Tuhan tidak akan mampu menolongnya. Memang Tuhan tidak akan mengambil masalah kita tapi Tuhan memberikan kita sudut pandang baru bagaimana menghadapi masalah. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Mat 11:28-29). Yesus tidak mengambil beban kita tapi mengajak kita agar datang padanya dan belajar dari padaNya bagaimana menghadapi masalah.

Dalam kisah sengsara Yesus menunjukkan bagaimana seharusnya kita menghadapi masalah. Yesus berdoa pada Bapa beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Inti doanya adalah Yesus ingin agar masalah itu berlalu. Dalam keheningan dan kesendirian Yesus menyadari bahwa semua adalah kehendak Tuhan yang harus dihadapiNya. Kepahitan memang bisa datang kepada kita tanpa kita duga. Dalam kepahitan itu kita berdoa dan terus berdoa. Kita ingin segala kepahitan itu berlalu. Hidup kita berjalan seperti yang kita inginkan. Tapi kita lupa untuk berserah dan sampai kesadaran bahwa semua itu memang harus kita jalani sebab Allah menginginkan semua itu terjadi. Bila sampai pada rasa berserah maka kita akan mampu menghadapi segala kepahitan hidup dengan tenang. Kita tidak ingin melarikan diri tapi menjalaninya dengan tenang.

“Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:38). Ucapan Maria ini adalah sebuah doa. Maria menyerahkan segala peristiwa hidupnya pada Tuhan. Apapun yang dikehendaki Tuhan akan dijalani dengan berani. Orang yang melarikan diri adalah orang penakut yang tidak berani menghadapi kenyataan hidupnya. Bahkan ada orang yang tidak berani menghadapi atau menerima dirinya sendiri dan sejarah hidupnya. Dia terus berusaha untuk berlari tapi tidak mampu sebab semua melekat pada dirinya. Maka kita perlu datang pada Yesus dan Maria untuk belajar bagaimana menghadapi masa sulit dalam hidup kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger