Minggu, 21 Desember 2008

MARIA BUNDA PENOLONG

Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.” (Kis 1:14)

Maria sangat berperan dalam karya keselamatan. Dengan berani dia menerima tawaran malaikat untuk mengandung Yesus meski dia masih dalam status tunangan Yusuf meski sebagai orang Yahudi dia tahu bahwa perempuan yang mengandung diluar nikah akan dirajam sampai mati. Maria mendampingi Yesus sampai dibawah kaki salib dan akhirnya Maria tetap mendampingi para murid pada Gereja perdana. Maka tidak heranlah bila Gereja Katolik menempatkan Maria pada tempat yang tinggi. Sampai saat ini masih banyak mujijat yang diperoleh oleh orang yang berdoa kepada Maria. Tidak terhitung penampakan Maria untuk meneguhkan manusia ketika dunia sedang dalam penderitaan. Maria senantiasa menolong manusia.

Ibu Teresa juga sangat percaya akan pertolongan Maria pada saat sulit. Dia menceritakan pengalamannya ketika menghadiri misa yang dipimpin oleh Paus Yohanes Paulus II di halaman St. Petrus pada tahun 1984. Saat itu banyak orang yang hadir termasuk sekelompok suster-suster MC, tiba-tiba turun hujan. Ibu Teresa mengatakan pada para suster “Mari kita berdoa novena memorare pada Bunda Maria agar hujan berhenti.” Ketika para suster sedang berdoa memorare untuk kedua kalinya hujan turun dengan lebatnya. Maka kami berdoa mengulang tiga kali, empat kali, lima, enam, tujuh dan delapan kali dan payung-payung mulai ditutup. Ketika kami menyelesaikan doa yang kesembilan ternyata hanya payung kami yang masih terbuka. Kami berdoa sedemikian tekun sehingga tidak memperhatikan cuaca. Ternyata hujan sudah berhenti. Demikian pula ketika Ibu Teresa akan membangun rumah induk MC maka dia berjanji pada perawan Maria untuk berdoa 85.000 kali memorare. Dia juga mengajarkan kepada banyak orang untuk berdoa memorare kepada perawan Maria.

Maria adalah sosok orang yang sangat peduli. Ketika dia mendengar bahwa Elisabet yang sudah tua sedang mengandung maka dia bergegas ke rumah Elisabet yang cukup jauh. Selama beberapa bulan dia tinggal di rumah Elisabet untuk membantunya, padahal saat itu dia juga sedang mengandung Yesus. Ketika dia hadir di pesta perkawinan di Kana dan ternyata mereka kehabisan anggur, maka Maria berusaha meminta pada Yesus untuk melakukan sesuatu agar penyelenggara pesta tidak malu. Yesus menegurnya bahwa waktuNya belum tiba, namun Maria tetap percaya bahwa Yesus akan menolong maka dia mengatakan kepada para pegawai agar mereka menjalankan apa yang diperintahkan oleh Yesus dan terjadilah mujijat. Dalam kisah ini tampak bahwa Maria sangat percaya pada Yesus.

Kepedulian Maria akan penderitaan manusia membuat banyak orang yang berdoa memohon sesuatu dengan perantaraannya. Ribuan orang memberi kesaksian telah mengalami mujijat karena berdoa dengan perantaraan Maria. Sebetulnya kesucian Maria bukan karena dia peduli pada penderitaan manusia, melainkan karena imannya kepada Yesus. Dia sering tidak memahami akan tindakan Yesus atau apa yang dikatakan mengenai Yesus, namun semua itu disimpannya dalam hati dan direnungkannya. Maria adalah seorang kontemplatif yang berusaha merenungkan setiap peristiwa dalam hidupnya.

Dalam pelayanan dan hidup tidak jarang kita memasuki saat-saat gelap dimana kita tidak memahami akan peristiwa hidup. Tidak jarang kita mengalami kekecawaan dan putus asa. Pada saat inilah hendaknya kita menyerahkan diri pada Maria. Kita memohon bantuannya untuk mengatasi masalah yang sedang kita hadapi. Kepercayaan bahwa Maria akan senantiasa menolong membuat kita senantiasa mempunyai harapan dan keberanian untuk terus melangkah meski tampaknya sangat sulit. Namun sebenarnya yang dapat menolong bukanlah Maria melainkan Yesus. Maria adalah pengantara antara kita dengan Yesus. Bila kita berdoa pada Maria, maka Maria akan berdoa bersama kita untuk membawa permohonan kita pada Yesus. Dengan demikian Yesuslah pusat iman kita bukan Maria.

Beberapa orang kecewa sebab permohonannya tidak dikabulkan oleh Tuhan meski sudah berdoa bersama Maria. Terkabulnya doa bukan karena kita berdoa pada Maria, namun karena iman kita pada Yesus. Dalam perkawinan di Kana Maria memohon pada Yesus dan memerintahkan pelayan pesta untuk mentaati perkataan Yesus. Inilah perintah Maria kepada kita. Bukan hanya memohon melainkan juga taat pada sabda Yesus. Dalam hal inilah kita sering lemah. Kita sudah sering membaca kitab suci yang berisi firman Allah tapi seberapa jauh kita sudah mentaati perintahNya? Melaksanakan yang dikehendakiNya?

0 komentar:

Posting Komentar