Rabu, 17 Desember 2008

APAKAH AKU ANAK ALLAH

Seorang ayah mengeluh bahwa dia sudah banyak melayani mengapa sekarang anaknya terjerat masalah narkoba. Saya tahu akan aktifitas bapak ini. Dia aktif di beberapa kelompok doa dan sangat bersemangat mengadakan kunjungan-kunjungan pada orang sakit. Dalam menghadapi masalah ini dia lalu mempertanyakan Tuhan. Mengapa Tuhan tidak memperhitungkan apa yang sudah dia kerjakan? Apa gunanya dia melayani kalau akhirnya anaknya sendiri terkena kasus narkoba?

Mendengar itu aku hanya terdiam. Apapun yang aku katakan bisa salah. Setelah bapak itu pulang baru aku mencoba memahami masalah ini. Andai aku jadi bapak itu pasti aku kecewa. Aku sudah meninggalkan segala kepentinganku untuk Tuhan ternyata hasilnya keluargaku masuk dalam masalah besar. Tidak jarang orang berbuat sesuatu agar Tuhan memberinya berkat. Entah untuk dirinya sendiri maupun keluarganya. Pantaskah aku menuntut Tuhan untuk memberikan berkat pada diriku karena aku telah melakukan apa yang dikehendakiNya? Jika aku menuntut bukankah aku menjadi orang upahan yang bekerja demi upah? Bapa itu mengatakan bahwa dia sudah berusaha menjadi anak Tuhan. Mengapa anak harus menuntut upah? Bukankah anak melakukan kehendak bapanya karena cinta pada bapanya?

Kadang orang memposisikan diri sebagai anak tapi memiliki mentalitas pekerja. Melakukan apa yang dikehendaki Tuhan bukan karena dia cinta tapi karena dia mengharapkan ada balasan yang setimpal dari Tuhan. Bila dia memposisikan diri sebagai anak maka segala yang diberikan oleh Allah, entah itu baik atau buruk, akan diterima dengan suka cita, sebab Allah adalah bapa yang baik.

Yesus dalam Injil Lukas bersabda “Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan” Kita adalah hamba Tuhan yang hanya melakukan apa yang dikehendaki Tuhan. Bila Tuhan memberi berkat atau petaka semua itu kita terima dengan penuh syukur. Yesus sudah melakukan banyak hal untuk manusia. Dia mengurbankan waktunya untuk melayani sesama sehingga Dia sampai kekurangan waktu untuk diriNya sendiri. Namun apakah yang Dia terima? Sebuah kematian yang sangat mengerikan dan pengkhianatan dari orang-orang yang pernah ditolongNya. Mengapa Dia tidak protes pada Tuhan sebab Dia telah melakukan banyak hal? Yesus sadar bahwa diriNya adalah Anak Allah, sehingga Dia melakukan karena kecintaan pada BapaNya.

Dalam hal inilah kita perlu belajar untuk memposisikan diri sebagai anak Allah. Banyak orang mengaku sebagai anak Allah sebab dia menerima banyak berkat. Dia bersaksi kepada semua orang akan hal itu. Status anak Allah bukan diukur dari berkat melimpah melainkan dari kepasrahan kepada kehendak Allah dan siap menerima apa saja yang diberi oleh Allah serta tidak menuntut Allah bila dia sudah melakukan segala sesuatu yang menurutnya merupakan kehendak Allah.

1 komentar:

  1. "Status anak Allah bukan diukur dari berkat melimpah melainkan dari kepasrahan kepada kehendak Allah dan siap menerima apa saja yang diberi oleh Allah."
    Kepasrahan spt apa, romo ?

    V

    BalasHapus