Senin, 22 Desember 2008

MENGAPA HARUS HORMAT PADA IBU?

Seorang kaum muda mengeluh tentang ibunya. Dia sudah tua dan sakit-sakitan. Setiap hari sering marah dan ada saja hal yang dapat dijadikan sebagai alasan untuk marah. Setelah beberapa saat dia mengungkapkan kekesalan hatinya akhirnya dia terdiam. Aku pun hanya diam. Dia memintaku untuk menjawab segala masalahnya. Aku berkata bahwa sebetulnya dia harusnya bersyukur sebab masih mempunyai ibu. Sedangkan aku dan banyak orang sudah tidak mempunyai ibu lagi. Dia menjawab lebih baik tidak mempunyai ibu yang selalu membuat hatinya panas. Aku tertunduk kecewa.

Anak muda itu bukan satu-satunya anak atau orang yang jengkel dan tidak suka pada ibunya. Bahkan tidak jarang aku mendengar ada orang yang membenci ibunya sehingga tega membunuhnya. Betapa mengerikan orang-orang semacam ini. Bagiku mereka adalah orang yang tidak bisa membalas budi dan tidak memahami sebuah pengurbanan panjang dari seseorang.

Bagiku seorang ibu adalah seorang yang mempunyai keberanian. Dia berani menerima anaknya apa adanya. Ketika mengandung dia tidak pernah tahu bagaimana rupa anak yang akan dilahirkan. Dia tidak tahu apakah janin ini akan tampan atau jelek. Pandai atau bodoh. Nakal atau baik. Tapi seorang ibu berani menerima calon anaknya meski masih sangat gelap baginya. Bahkan tidak jarang calon anak itu sangat diharapkan dan dibanggakan. Selama 9 bulan lebih dia membawa anak itu dalam kandungannya. Kemana saja dan apa saja yang dia kerjakan anak itu tidak pernah dilepaskannya. Dia mengalami kesulitan beraktifitas akibat beban tambahan yang ada dalam perutnya. Ketika anak itu lahir seorang ibu harus berani menyerahkan nyawanya. Dia tidak peduli apakah dia akan meninggal atau hidup asal anaknya dapat lahir. Inilah keberanian seorang ibu. Dia berani menerima anaknya dalam gelap dan berani menyerahkan tubuh bahkan nyawanya bagi anaknya. Ketika sudah lahirpun seorang ibu berani mengambil dan mengakui bahwa itu anaknya. Dia merawatnya siang malam tanpa mengenal lelah. Masih banyak lagi yang dilakukan oleh seorang ibu terhadap anaknya.

Bila orang menyadari akan segala kurban ini tentu dia akan menaruh hormat, sebab dia tidak akan mungkin membalas semua itu. Dia tidak akan mampu membalas air susu ibu. Tidak akan mampu membalas menggendong ibunya sepanjang hidup. Bila sekarang dia menganggap ibunya sangat menjengkelkan apakah ketika dulu dia tidak pernah menjengkelkan ibunya yang harus terbangun pada tengah malam dalam tubuh yang kelelahan hanya karena anaknya menangis. Atau terpaksa merelakan waktu istirahatnya untuk menggendong anaknya yang sedang sakit dan masih banyak lagi kurban yang telah diberikan pada anaknya.

Seorang ibu adalah orang yang berpikir positip terhadap anaknya. Tidak ada ibu yang menimang anaknya dan mengatakan bahwa anaknya adalah orang paling bodoh seduni, orang paling jelek, paling nakal dan hal negatif lain. Apapun bentuk dan wujud anaknya seorang ibu akan menimang dan mengatakan bahwa dia adalah yang terbaik. Mengapa sekarang seorang anak tidak menimang ibunya dan mengatakan bahwa dia adalah yang terbaik meski wujudnya sudah tua dan sikapnya mungkin tidak sesuai dengan yang diharapkannya?

Kejengkelan anak muda itu disebabkan dia tidak mampu melihat akan kebaikan yang telah dia terima dari ibunya yang tidak mungkin dia balas. Dia hanya mengingat akan keburukan ibunya dan keinginannya agar ibunya seperti yang dia harapkan. Akibatnya yang muncul dalam hati adalah kemarahan dan kejengkelan bahkan kebencian. Seandainya dia sadar akan pengurbanan ibunya mungkin dia tidak akan marah.

0 komentar:

Posting Komentar