Rabu, 31 Desember 2008

SINDROM INFERIOR

Temanku bercerita kalau dia sedang suntuk sebab baru saja dimarahi oleh atasannya. Memang dia bersalah tidak cepat menyampaikan informasi padanya soal data. Tapi sebetulnya kesalahan itu tidak fatal dan merugikan perusahaan. Akhirnya dia dan atasannya dipanggil oleh pemimpin perusahaan dan ternyata pemimpin perusahaan tidak marah. Dia hanya ingin masalah itu selesai tanpa harus ada pertentangan. Pertemuan itu hanya mengambil waktu beberapa menit saja, sebab pemimpin perusahaan sudah tahu duduk masalahnya. Hal yang membuat temanku jengkel adalah sikap atasannya yang mengatainya dengan kata-kata kasar dan menyakitkan.

Aku mengatakan pada temanku mungkin atasannya sedang suntuk di rumah dan tidak berani marah pada istrinya sehingga diungkapkan pada bawahannya. Atau memang dia hanya ingin marah, sehingga ada saja alasan baginya untuk marah meski sebetulnya tidak ada masalah yang layak untuk membuatnya marah. Temanku bercerita bahwa dulu ketika belum menjadi atasan dia orang yang baik padanya. Tapi setelah menjadi atasan dia berubah sikapnya. Segala kebaikan yang dulu pernah ada tidak tampak lagi.

Apa yang menimpa sang atasan itu memang kerap terjadi dalam pergaulan. Seorang yang dulu kelihatannya baik ternyata setelah mempunyai kekuasaan menjadi orang yang arogan dan sewenang-wenang. Dalam budaya Jawa ada pepatah kere munggah bale. Pepatah ini biasanya diterapkan pada perubahan sikap seseorang yang semula miskin lalu menjadi kaya. Dia menjadi sombong dan sewenang-wenang. Dia lupa bahwa dulu dia pernah miskin dan tidak berdaya. Sikap ini melanda banyak orang.

Mengapa dapat terjadi perubahan sikap? Mungkin ketika miskin dia dulu diperlakukan tidak adil oleh sesamanya sehingga ketika dia sedikit mempunyai kekuasaan maka dia membalas pada orang lain apa yang pernah dialaminya. Bagiku orang semacam ini adalah orang sakit yang perlu penyembuhan batin. Dia mempunyai luka-luka batin yang dalam dan tidak pernah disadarinya. Luka batin yang parah adalah luka yang dialami ketika dia masih kanak-kanak. Film sejenis “Silence of the Lamb” menggambarkan kekejian seseorang akibat dilecehkan pada masa kanak-kanaknya. Namun seseorang mampu menutupi luka batinnya saat dia masih membutuhkan orang lain atau tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan. Dia memakai topeng kebaikan sehingga orang melihatnya baik. Tapi setelah dia yakin bahwa saat ini dia mempunyai kekuasaan maka segala topeng itu terlepas dan tampak wujud aslinya yang penuh dendam.

Seorang teman mengatakan bahwa sebenarnya orang Jawa itu tipe inferior, sehingga ketika dia mempunyai kekuasaan berubah menjadi superior. Orang semacam ini sangat berbahaya sebab dia dapat berlaku kasar. Dia juga ingin menunjukkan kekuasaannya dalam aneka cara. Dulu aku pernah ikut bela diri, ketika baru bisa beberapa jurus dasar saja, dalam diriku ada kebanggaan dan keberanian. Kalau melihat ada teman yang kuanggap menyebalkan dan bertentangan denganku, ingin sekali rasanya memukulnya supaya dia tahu bahwa aku mampu bela diri. Hal yang sama juga dialami oleh beberapa teman. Jadi kami ini termasuk orang inferior.

Seorang pemimpin yang terkena “sindrom” kere munggah bale sebetulnya perlu refleksi dan menyadari bahwa kekuasaan bukanlah sarana untuk pembuktian diri, melainkan untuk melayani dan melindungi orang lemah. Namun pada umumnya orang semacam ini sulit untuk mendengarkan dan melihat kebawah, situasi yang ingin dia tinggalkan dan lupakan. Dia hanya bangga dengan kekuasaanya dan melihat ke atas bahwa dia orang yang paling berkuasa. Aku katakan pada temanku, bila suatu saat dia naik jabatan maka hal yang paling penting harus diingat adalah sebelum sampai puncak dia harus melalui anak tangga terbawah. Kalau hal itu lupa maka dia juga akan terkena “sindrom” kere munggah bale

2 komentar:

  1. atasan yg marah biasanya gak ngerti duduk permasalahannya atawa sedang sakit gigi sehingga ada permasalahan sedikit aja bisa jadi besar "bad news is good news" utk dilaporkan buat owner atawa emang kerjaan atasan yg gak ada kerjaan he he he

    BalasHapus
  2. seorang manajer dlm bahasa "satire" yg banyak ditiru oleh berbagai macam organisasi

    http://img367.imageshack.us/img367/3516/manajeres7.jpg

    BalasHapus