Minggu, 14 November 2010

DAUD DAN BATSYEBA: DOSA MULA-MULA KECIL DAN BIASA


Daud melihat Batsyeba mandi adalah sebuah dosa tapi masih merupakan dosa kecil, sebab hal itu dilakukan tanpa sengaja. Tapi dosa yang kecil ini tidak dihentikan. Daud lalu mulai mencari tahu siapa perempuan cantik yang dilihatnya. Setelah diberitahu bahwa itu adalah Batsyeba istri Uria salah satu perwiranya yang sedang berperang melawan Bani Anom, Daud tidak mau berhenti memupuk dosanya. Dia lalu memanggil Batsyeba ke istananya. Sebagai seorang rakyat apalagi istri seorang asing, sebab Uria orang Het. Orang Het adalah keturunan Kanaan anak dari Ham, anak dari Nuh. Ternyata Daud melakukan hal yang tidak pantas terhadap istri perwiranya sampai Batsyeba hamil. Kehamilan Batsyeba membuat Daud panik.

Seorang raja yang menghamili istri perwiranya tentu akan menjadi skandal besar. Batsyeba pun menuntut agar Daud bertanggungjawab terhadap perbuatannya. Untuk menutupi kebusukan dirinya Daud menggunakan akal licik. Dia memanggil Uria untuk kembali dari pertempuran. Lalu berusaha menyenangkan hati Uria dengan memberi hadiah-hadiah dan menyuruhnya pulang. Daud berharap bahwa kepulangan Uria dapat menutupi dosanya, sebab orang akan menduga bahwa kehamilan Batsyeba sebab Uria telah pulang dari peperangan. Tapi rencana Daud tidak berjalan dengan baik. Skandal yang telah dibuatnya tentu telah menjadi rumor dan sampai ke telinga Uria, tapi sebagai bawahan Uria tidak kuasa melawan Daud yang dianggap sebagai raja besar dan orang pilihan Allah. Bila dia melawan Daud maka dia akan melawan seluruh orang Israel, apalagi dia seorang asing.

Uria tidak mau pulang meski dibujuk oleh Daud agar pulang ke rumahnya. Uria tidak ingin dijadikan kurban untuk menutupi kesalahan Daud. Seharusnya Daud meminta maaf padanya tapi hal itu tidak dilakukan. Uria menolak perintah Daud untuk pulang ke rumahnya dengan memberi alasan yang tepat. “Tetapi Uria berkata kepada Daud: "Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!" (2 Sam 11:11). Jawaban ini menunjukkan betapa besar rasa solidaritas Uria terhadap kawan-kawan seperjuangannya. Tapi jawaban itu juga dapat dilihat sebagai sindiran kepada Daud. Dimana dia seharusnya turut bertempur ternyata dia memilih menikmati diri bahkan melakukan hal yang tidak pantas.

Daud kecewa bahwa rencananya tidak berjalan baik. Maka dia mengutus Uria kembali sambil membawa surat kematiannya. Daud meminta Yoab agar menempatkan Uria di pertempuran yang paling hebat lalu meninggalkannya. Perintah itu dilaksanakan oleh Yoab dengan baik sehingga Uria mati. Kematian Uria menjadi alasan bagi Daud untuk mengambil Batsyeba sebagai istrinya. Pada jaman itu adalah sebuah kemuliaan bagi seorang prajurit bila dia tewas di pertempuran maka istrinya dijadikan istri rajanya. Ini penghargaan seorang raja terhadap prajuritnya yang dianggap sebagai pahlawan. Daud menggunakan kematian Uria untuk menunjukkan kebesaran hatinya dengan mengambil Batsyeba sebagai istri. Daud berusaha menampilkan diri sebagai pahlawan dari penderitaan sesama. Ini sebuah tindakan yang sangat jahat.

Apa yang dilakukan oleh Daud terus berlangsung sampai saat ini. Orang berbuat dosa dan tidak mau menghentikan dosanya tapi terus menutupinya dengan dosa lain yang lebih besar. Semua orang malu bila berbuat dosa, sebab dosa dapat merusak harga diri dan martabatnya maka dia berusaha mencari alasan untuk membenarkan tindakannya dan membuat pembelaan diri bahkan tidak jarang mencari kambing hitam. Hal ini sebetulnya akan semakin memperdalam dosa dan melukai semakin banyak orang. Oleh karena itu perlu kerendahan hati untuk mengakui dosa dan kelemahan yang telah dibuatnya, sehingga dosa dapat dihentikan. Kebesaran seseorang bukan karena dia tidak punya dosa melainkan dia berdosa dan berani bertobat untuk mempertanggung jawabkan dosanya. Pertobatan dapat menghentikan dosa yang lebih besar.

0 komentar:

Posting Komentar