Sabtu, 13 November 2010

DAUD DAN BATSYEBA: PENGGEMBALA MENJADI RAJA


Dalam Kitab Suci, nama Daud sering muncul. Dalam Perjanjian Lama ditulis sebanyak 921 kali dan dalam Perjanjian Baru disebut 56 kali. Musa dalam Perjanjian Lama hanya 725 kali dan 86 kali dalam Perjanjian Baru. Dari seringnya nama ditulis dan tersebar dalam banyak kitab, maka menunjukkan bahwa Daud adalah orang penting di Israel. Dia seorang pemimpin besar Israel yang mampu memimpin bangsa Israel menjadi sebuah bangsa besar. Daud dipilih Allah melalui Samuel untuk menggantikan Saul yang dianggap sudah dikuasai oleh roh jahat “Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama. Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.” (1Sam 16:13-14).

Daud menjadi raja pada tahun 1000 SM sampai 970 SM. Karirnya dimulai dengan mengalahkan Goliat, pejuang Filistin yang tubuhnya sangat besar. Kemenangan ini membuatnya diperhatikan Saul. Dia pun bersahabat dengan Yonatan anak Saul. Sejak itu dia sering diutus oleh Saul untuk bertempur. Kemenangan demi kemenangan diraihnya sehingga dia pun diangkat menjadi pempimpin. Kemenangan Daud dalam berbagai peperangan membuatnya menjadi sangat terkenal dan dicintai rakyat. Banyak rakyat memuji-mujinya, sehingga membuat Saul menjadi iri hati. Beberapa kali dia ingin membunuh Daud tapi selalu gagal. Dia pun menyusun rencana licik untuk membunuh Daud. Saul mengijinkan Daud menikah dengan Milkha anak perempuannya dengan mas kawin 200 kulit khatan orang Filistin dengan harapan Daud akan dibunuh oleh orang Filistin. Tapi Daud mampu memenuhi mas kawin itu dan dia menikah dengan Milkha. Akhirnya Daud berhasil menjadi raja setelah Saul mati dalam peperangan.

Meski Daud adalah orang yang dikuasai oleh Roh Allah tapi dia juga adalah manusia yang tidak luput dari dosa. Dosa yang paling berat adalah perkawinannya dengan Batsyeba istri Uria. Akibat dosa ini maka dia dihukum Allah yang diwartakan oleh nabi Natan. “Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.” (2Sam 12:13-14). Daud menyesali dosanya dan dia mohon ampun pada Allah dengan melakukan puasa tapi hukuman Allah tidak berubah. Anak yang dikandung Batsyeba akhirnya meninggal dunia setelah mengalami sakit. Daud menjadi raja sekitar 30 tahun sampai meninggal pada masa tuanya. Dia digantikan oleh Salomo anaknya dari Batsyeba

Salomon dikenal sebagai raja yang bijaksana, tapi dia pun tidak luput dari dosa. “Bukankah Salomo, raja Israel, telah berbuat dosa karena hal semacam itu? Walaupun di antara begitu banyak bangsa tidak ada seorang raja seperti dia, yang dikasihi Allahnya dan diangkat oleh Allah itu menjadi raja seluruh Israel, namun dia pun terbawa ke dalam dosa oleh perempuan-perempuan asing itu.” (Neh 13:26). Setelah Salomo wafat kerajaan Israel pada tahun 931 SM terpecah menjadi dua. Kerajaan di utara disebut kerajaan Israel dengan ibu kota Samaria sedang yang diselatan disebut kerajaan Yehuda dengan ibu kota Yerusalem. Kerajaan Israel pada tahun 722 SM dikalahkan oleh Asyur dan semua penduduknya dibuang ke Asyur. Sedang kerajaan Yahuda pada tahun 586 dikalahkan kerajaan Babel dan penduduknya dibuang ke Babel. Hancurnya kerajaan Yehuda membuat bangsa Israel mengharap akan ada keturunan Daud yang akan memulihkan kejayaan kerajaan Israel.

Harapan bangkitnya kembali kerajaan Daud terus berkumandang dalam hati orang Israel. Ketika Yesus berkarya bangsa Israel berharap bahwa Dia lah mesias yang akan memulihkan kerajaan Israel. Maka beberapa kali orang memberiNya gelar Anak Daud, yaitu tokoh harapan Israel. Dengan demikian Daud adalah tokoh besar bangsa Israel dan terus hidup sebab dia masih dinantikan kedatangannya untuk mengembalikan kejayaan kerajaan Israel.

0 komentar:

Posting Komentar