Minggu, 07 November 2010

YESUS, YOHANES DAN MURID PERTAMA: APAKAH YANG KAMU CARI?

Ketika dua murid Yohanes Pembaptis mengikuti Yesus, maka Yesus bertanya pada mereka, “Apakah yang kamu cari?” Bila dibaca sepintas maka pertanyaan ini dapat dianggap kurang tepat. Seharusnya Yesus bertanya “Mengapa kamu mengikuti Aku?”. Yesus tahu bahwa dua orang yang mengikutiNya adalah murid Yohanes yang sangat terkenal pada jaman itu. Sebagai murid seorang nabi maka mereka telah mendapat pengajaran dari Yohanes. Tapi kini mereka meninggalkan guru mereka dan mengikuti Yesus. Maka Yesus langsung bertanya langsung ke pokok persoalan apa yang hendak mereka cari lagi? Bukankah mereka sudah menjadi murid Yohanes lalu mengapa mereka meninggalkan gurunya dan mengikuti DiriNya?

Bila seorang murid meninggalkan gurunya lalu mengikuti guru yang lain, mungkin ada sesuatu yang tidak mereka temukan dalam gurunya tapi sesuatu itu ada pada guru yang baru. Atau dia tidak setuju dengan ajaran gurunya sehingga meninggalkannya lalu mencari guru lain yang dirasa memiliki atau mampu memberikan ajaran yang sesuai dengan harapannya. Padahal saat itu Yohanes sangat terkenal sedangkan Yesus masih belum menunjukkan siapa diriNya sesungguhnya. Yohanes Pembaptis pun tidak menyuruh kedua muridnya untuk mengikuti Yesus. Dia hanya menunjukkan Yesus sebagai Anak Domba Allah. Maka pertanyaan Yesus adalah sebuah pertanyaan yang langsung pada pokok masalahnya. Mereka murid orang terkenal lalu apa yang akan mereka cari dengan mengikuti Yesus?

“Apakah yang kamu cari?” pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan bagi kita. Dalam hidup ini apakah yang kita cari? Waktu kecil kita punya cita-cita untuk menjadi dokter, atlit dan sebagainya. Kita berjuang untuk mewujudkan cita-cita itu meski kadang kala Allah membelokkan jalan hidup kita sehingga apa yang kita jalani hari ini jauh dari cita-cita yang pernah kita bayangkan pada masa kecil. Bila kita sudah mampu mewujudkan cita-cita kita apakah kita sudah menemukan apa yang kita cari dan berhenti melakukan pencarian? Ataukah ada cita-cita baru yang kita cari lagi? Sebagian orang menjalani hidupnya hanya mengikuti saja kemana arah hidup bergerak seperti gabus yang terbawa arus air. Mereka tidak tahu apa yang dicari dalam hidupnya.

Dalam hidup beragama pun orang sering tidak tahu mengapa dia memeluk agama ini atau itu. Mereka beragama sebab agama ini diwariskan oleh orang tua. Atau semua orang di sekitarnya beragama itu. Atau dia diminta oleh pacarnya memeluk agama itu. Masih banyak alasan lain dimana orang memeluk agama tanpa tahu apa yang dicari dari agama yang dipeluknya itu. Yesus menggambarkan Kerajaan Allah sebagai seorang saudagar yang mencari mutiara. Setelah menemukan mutiara yang indah, maka dia menjual semua hartanya untuk membeli mutiara itu. Bila orang menemukan apa yang dicari dalam imannya maka dia berani melepaskan segalanya demi iman itu. Para santo dan santa telah menemukan apa yang dicarinya dalam imannya maka mereka tidak gentar ketika harus disiksa sampai mati atau pergi jauh untuk bermisi di daerah sulit atau meninggalkan segala kepentingan dirinya demi iman itu.

Dalam hidup baik kehidupan beragama maupun kehidupan yang kita jalani di dunia, perlu kita bertanya pada diri sendiri apakah yang kita cari dalam hidup ini? Kita perlu mencari mutiara seperti yang digambarkan Yesus sehingga kita berani melepaskan semua saja demi mutiara itu. Kita mungkin masih ingat sosok Mbah Surip. Bagiku Mbah Surip sudah menemukan mutiara dalam hidupnya yaitu bermain musik. Maka dia berani meninggalkan segalanya demi bermain musik. Dia bahagia meski harus hidup susah dan jauh dari keteraturan. Masih banyak orang seperti Mbah Surip yang kadang sulit dipahami oleh orang lain. Tapi lebih banyak lagi orang yang sepanjang hidupnya tidak menemukan mutiara itu. Mereka hidup seturut yang diharapkan oleh masyarakat atau keluarganya, sehingga tidak berusaha mencari mutiara itu. Untuk menemukan mutiara itu kita perlu berusaha mengetahui apa yang kita cari dalam hidup. Setelah menemukan kita berjuang untuk mendapatkannya meski harus kehilangan banyak hal dalam hidup.

2 komentar:

  1. apa yang saya cari, ya romo .....
    vitha

    BalasHapus
  2. lha yang tau hanya kamu dong. jika kamu tidak tahu apa yang kamu cari maka kamu tidak tahu kemana arah hidupmu atau kamu hidup hanya bergerak saja tanpa arah harus kemana

    BalasHapus