Jumat, 08 Juli 2011

HOSTI

“Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” (Yoh 6:56)

Banyak orang setiap hari atau seminggu sekali menyambut tubuh Kristus dalam misa. Ketika kita menyambut tubuh Kristus maka kita bersatu penuh dengan Kristus secara fisik. Dia ada didalam diriku. Yesus bukan hanya tinggal tapi hidup di dalam diri kita. Maka bukan lagi aku yang hidup tapi Kristuslah yang hidup dalam diri kita. Segala perkataan, perbuatan, pikiran dan sikap hidup kita merupakan perwujudan dari sikap, perkataan, pikiran dan perbuatan Yesus atau digerakkan oleh Yesus sendiri.

Tapi sering kita terjebak oleh ritus sehingga kurang mencari makna yang terdalam. Kita menerima komuni sebab sudah dibaptis, maka setiap misa kita wajib menerima komuni. Oleh karena komuni dilihat hanya sebagai bagian dari misa dan kita berhak menerima maka makna komuni menjadi hilang. Setelah pulang misa kita juga tetap sama. Hidup kita tidak dihidupi oleh Yesus.

Maka perlu adanya kesadaran baru bahwa komuni bukan saja sebagai hak kita sebagai orang Katolik tapi adalah anugerah besar dari Allah dimana Yesus yang Maha mau diam dan tinggal di dalam diri kita yang rapuh dan lemah. Bila Yesus ada dalam diri kita maka kita akan menjaga sikap dan perilaku kita sehingga pantas menjadi tempat Yesus tinggal. Sikap dan perilaku kita pun merupakan cerminan dari sikap Yesus sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar