Kamis, 07 Juli 2011

KASIH YANG TERBUKA

“Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian.” (Mat 5:46)

Semua orang mengejar kebahagiaan. Tapi ada beberapa orang yang salah langkah. Mereka mengira bila mempunyai harta yang banyak, prestasi yang hebat, jabatan yang tinggi atau popularitas maka sudah mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan hanya di dapat bila orang merasa atau sadar bahwa dia dikasihi dan mengasihi sesamanya. Bila orang hanya dikasihi maka orang akan merasa jenuh seperti Laut Mati yang hanya menampung air tapi tidak berbagi. Sebaliknya bila hanya mengasihi maka dia akan menjadi kering sebab tidak mempunyai sumber kasih.

Yesus mengajarkan kasih yang terbuka bagi siapa saja. Bukan disempitkan pada orang yang mengasihi kita. Kasih yang seperti matahari dan hujan yang memberikan sinar dan airnya kepada siapa saja. Kasih seperti ini tidak mengambil keuntungan atau kasih yang egois. Kasih yang tidak berhitung timbal balik, tapi kasih yang memberi dan demi orang lain. Hal ini dapat dipertanyakan lalu siapa yang akan mengasihiku?

Bila kita ingin dikasihi maka kita harus mengasihi orang lain terlebih dahulu. Kita tidak mungkin menuntut orang tapi kita bisa menuntut diri sendiri. Perubahan dimulai dari diri kita. Jika kita mulai mengasihi orang maka orang pun akan mengasihi kita. Maka jangan kuatir bila kita memiliki kasih yang terbuka sebab orang pun akan mengasihi kita.

0 komentar:

Posting Komentar