Kamis, 21 Juli 2011

MENGELUH

“Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." (Kel 16:2-3)

Ketika umat Israel masih berada di Mesir mereka merasa tertekan sebab diperlakukan tidak adil oleh orang Mesir. Puncak penderitaan mereka adalah ketika anak lelaki yang lahir harus dibunuh. Padahal bagi orang Israel anak lelaki adalah sangat diharapkan, maka ada ahli yang mengatakan bahwa meski sudah punya anak perempuan bila belum punya anak lelaki maka dianggap belum mempunyai anak. Teriakkan derita mereka sampai ke telinga Tuhan, sehingga Tuhan mengutus Musa untuk membawa orang Israel keluar dari Mesir. Tapi dalam perjalanan menuju tanah terjanji umat Israel sering mengeluh pada Musa. Bahkan mereka menyatakan lebih enak di Mesir.

Kita pun dapat menjadi seperti umat Israel yang sudah ditolong keluar dari penderitaan tapi masih terus mengeluh dan menuntut bila merasa menghadapi kesulitan. Seorang teman semula tidak bekerja padahal dia sudah berkeluarga. Dia mengatakan hidupnya berat dan meminta untuk dicarikan pekerjaan. Saat mendapat pekerjaan pada awalnya dia sangat senang, tapi lambat laun mulai mengeluh akan beratnya pekerjaan yang harus dijalani. Begitu pula suatu keluarga dia sudah lama mendambakan anak. Tapi setelah mempunyai anak mulai banyak keluhan tentang anaknya yang dianggap cukup merepotkan dan menguras pikirannya.

Semua orang ingin terus mendapatkan yang dianggap membahagiakan bagi hidupnya. Dia enggan masuk dalam sesuatu yang sulit. Padahal dalam perjalanan hidup ada hal-hal yang diluar kehendak manusia. Kesulitan belum tentu merupakan akhir perjalanan hidup. Seperti umat Israel beratnya perjalanan menuju tanah terjanji berbuah ketika mereka mampu membangun kerajaan. Andai mereka terus hidup di Mesir maka sulit bagi mereka untuk menjadi bangsa yang merdeka. Mereka akan tetap menjadi warga negara Mesir bukan warga negara Israel.

Tuhan mempunyai rencana yang tersembunyi bagi hidup kita. Sering kali untuk sampai kesana melalui jalan-jalan yang menyakitkan. Inilah tantangan kita untuk bertahan dan terus berjalan mengikuti kehendakNya. Keluhan dapat muncul bila kita hidup di masa lampau. Umat Israel hidup di masa lampau, maka membandingkan hidup sekarang dengan masa lampau. Maka perlu kesadaran bahwa hidup adalah hari ini dan disini. Apa pun yang terjadi pada saat ini dihadapi tanpa perlu membandingkan dengan masa lampau. Keberanian menjalani hidup saat ini dan disini akan menumbuhkan semangat juang. Berusaha untuk menyelesaikan masalah dan terus menanamkan harapan bahwa besok pasti akan lebih baik. Membandingkan hidup hanya akan membuat putus asa dan tidak menyelesaikan masalah. Kita akan terus protes pada Tuhan.

0 komentar:

Posting Komentar