Kamis, 21 Juli 2011

KOMUNIKASI (2)

“Bukankah panas terik disusutkan embun? Demikianpun sebuah perkataan baik lebih berhargalah dari pada pemberian.” (Sir 18:16)

Setiap hari kita selalu berbicara, kecuali pada saat kita sedang retret atau tinggal sendiri di suatu tempat. Bila kita hitung dalam persen, dalam sehari berapakah pembicaraan kita yang bermutu dan berapa yang tidak bermutu? Pembicaraan bermutu adalah bila apa yang kita katakan membuat orang lain menjadi lebih berkembang, lebih baik atau menjadi manusia yang lebih mampu menghargai martabatnya dan martabat sesama. Sedangkan pembicaraan yang tidak bermutu adalah rumor atau yang menimbulkan perpecahan dan sakit hati atau yang tidak menambah sesuatu pun bagi sesama.

Sirakh mengingatkan bahwa perkataan yang baik lebih berharga daripada pemberian. Bila orang menerima pemberian maka cepat atau lambat pemberian itu akan habis dan orang hanya dapat mengingat bahwa dulu dia pernah diberi oleh kita. Tapi bila orang menerima perkataan, maka perkataan itu dapat terus melekat dalam ingatannya dan menjadi pegangan hidupnya. Bahkan mungkin dapat mengubah perjalanan hidupnya. Sudah banyak contoh orang yang berubah jalan hidupnya karena membaca atau mendengar perkataan seseorang. Orang jahat berubah menjadi baik dan sebaliknya. Kadang kala kita tidak menyadari bahwa apa yang kita katakan dapat mengubah orang. Maka perlu berhati-hati dalam mengungkapkan kata-kata. Bila kita berkata-kata seolah kita sedang memberikan pemberian yang berharga pada sesama demi kebaikannya.

0 komentar:

Posting Komentar