Sabtu, 12 Juni 2010

MELIHAT SECARA BARU


John Winston Lenon (9 Oktober 1940 – 8 Desember 1980) yang lebih dikenal sebagai John Lenon adalah seorang musikus dan anggota grup band The Beatles yang sangat berpengaruh dalam dunia musik. Pada tahun 1971 bersama Yoko Ono, istrinya, merilis lagu berjudul “Oh My Love”. Lagu itu mengungkapkan bahwa untuk pertama kali dalam hidup matanya terbuka lebar sehingga dapat melihat langit, pohon dan semua menjadi terang dalam hati. Untuk pertama kali dia dapat merasakan kepedihan, kasih, impian dan semua menjadi terang dalam hati. Jelas John Lenon sudah melihat dan merasakan semua itu sebelumnya, tapi mengapa dia mengatakan untuk pertama kali?

Banyak orang mengalami hal seperti yang ditulis oleh John Lenon. Dia mampu melihat dan merasakan secara baru apa yang ada di sekitarnya dan hidupnya. Ke-baru-an ini mampu mengubah orang itu secara drastis. Uskup Agung Oscar Romero (15 Agustus 1917 – 24 Maret 1980) adalah salah satu orang yang melihat secara baru hidupnya sehingga berubah secara drastis. Martin Maeir dalam buku Oscar Romero mengutip kesaksian seseorang yang mengatakan bahwa, “pewartaan pastoral Oscar Romero semula hanya disukai oleh kelompok kecil elit yang berasal dari sebuah komunitas atau kelompok-kelompok klasik dari Gerakan Keluarga Kristen. Tapi penderitaan dan kemelaratan umat tidak banyak berarti baginya dan ia juga hampir tidak berarti bagi umat.” Perubahan drastis terjadi ketika Romero datang pada pemakaman Rutilio Grande SJ yang dibunuh pasukan pemerintah pada 12 Maret 1977. Romero yang semula mengkritik keras gerakan para biarawan dan awam yang membela kaum miskin berubah menjadi uskup yang membela kaum miskin. Dia pun akhirnya dibunuh.

Perubahan cara melihat dan merasa seseorang dapat terjadi bila dia menggunakan hati untuk melihat segalanya. Melihat bukan hanya dengan kekuatan fisik tapi melibatkan hati yang penuh kasih. Lebih jauh lagi melihat dari sudut pandang Yesus sendiri dalam melihat sesuatu di dunia. Hampir setiap hari kita melihat orang miskin di sekitar kita dan kita melihatnya sesuatu yang biasa bahkan wajar saja ada orang miskin. Akibatnya kita sering tidak peduli dan acuh. Hal ini berbeda bila kita mulai melihat dengan hati dan belajar dari Yesus bagaimana Dia memperlakukan orang miskin. Kita akan melihat secara baru. Orang miskin bukan dilihat hanya kemiskinannya dan segala stigmata yang tertempel di dalam dirinya, tapi sebagai manusia yang membutuhkan pertolongan.

Melihat dan merasakan dengan hati bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu adanya proses dalam diri. Memang terkadang bisa tampak mudah sebab ada peristiwa yang mengguncangkan hidupnya. Seorang ayah yang semula keras dan kurang peduli pada keluarganya, tiba-tiba berubah menjadi ayah yang penyayang keluarga setelah seorang anaknya meninggal akibat narkoba. Tapi kita tidak bisa menunggu ada peristiwa hebat dalam hidup untuk berubah. Maka perlu keberanian berproses melibatkan hati dalam melihat dan merasakan sesama. Bila melihat orang miskin kita berusaha meninggalkan stigmata atau asumsi yang telah menempel di dalam dirinya melainkan berusaha untuk melihat dari sudut mereka. Berusaha merasakan penderitaan mereka. Agar mampu melihat seperti yang Yesus lihat perlu membaca Injil dan merenungkannya.

“Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang juga pun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2Kor 5:16-17). Menerima Yesus dalam hidup melalui pembaptisan membuat kita menjadi manusia baru. Terjadi pertobatan yang menyeluruh. Pertobatan bukan karena kita menerima Kristus sebagai penyelamat dan merelakan diri untuk dibaptis, melainkan memberikan diri kita menjadi Bait Allah dimana Roh Kristus bersemayam. Melalui ekaristi kita bersatu secara penuh dengan Kristus sehingga bukan lagi aku yang hidup tapi Kristus yang hidup dalam diriku. Kristus yang hidup dalam diri kita menggerakkan kita untuk melihat segalanya dari sudut pandang Kristus. Dengan demikian kita melihat segalanya secara baru

0 komentar:

Posting Komentar