Kamis, 07 Oktober 2010

MARIA DI PERKAWINAN KANA: MELIBATKAN


Maria setelah mengajukan persoalan pada Yesus, maka dia meminta para pelayan untuk melakukan apa saja yang diminta oleh Yesus. Mungkin saja Maria kembali sibuk melakukan banyak hal lain, tapi bila masalah anggur adalah masalah yang besar dan harus diselesaikan. Apakah mungkin Maria mengabaikan masalah yang besar ini untuk mengerjakan hal lain? Tampaknya tak mungkin. Sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap jalannya pesta maka dia tidak mungkin melakukan pekerjaan lain sebelum masalah yang utama ini dapat diselesaikan. Dia tidak ingin anak Salome mendapat malu. Dia pun akan malu sebab sebagai orang yang bertanggungjawab di dapur tidak mampu memperkirakan kebutuhan anggur dengan tamu yang datang.

Dalam menyelesaikan masalah Maria tidak ingin mengatasinya seorang diri, maka dia melibatkan orang lain. Pelibatan ini bukan karena ketidakmampuan atau kesibukan Maria, melainkan agar semakin banyak orang peduli pada sesamanya yang sedang menderita. Yesus pun melibatkan para rasul untuk mengatasi kelaparan yang dialami orang-orang yang mengikutiNya. Para rasul ingin agar Yesus menyuruh orang-orang itu pergi, tapi Yesus menolak usulan para rasul dan Dia menyuruh para rasul memberi mereka makan. Yesus meminta para rasul untuk mengatur semua orang lalu membagi-bagikan roti yang sudah digandakan. Akhirnya mereka diminta untuk mengumpulkan sisa roti yang tidak dimakan. Yesus sadar bahwa Dia tidak akan selalu berada di dunia, sedangkan kaum miskin selalu ada. Maka Yesus sejak awal melibatkan para rasul atau Gereja untuk terlibat dalam masalah manusia.

Memang ada orang yang ingin melakukan segalanya sendiri dengan berbagai alasan. Salah satu yang sering membuat orang berat membangun kerja sama adalah adanya ide yang tidak sejalan. Satu masalah dapat dilihat dari berbagai segi, sehingga cara penyelesaiannya pun dapat berbeda. Selain itu perbedaan karakter, sikap dan cara bertindak sering menjadi ganjalan. Ada orang yang ingin melakukan dengan cepat tapi ada pula yang ingin melakukan dengan hati-hati. Segala perbedaan itu membuat orang merasa lebih baik melakukan sendiri daripada melibatkan banyak orang. Maka dalam pelayanan perlu sikap rendah hati yang berani menerima setiap orang apa adanya. Berani menyesuaikan diri dengan orang lain dan tidak mempertahankan apa yang baik dan benar menurut kita, asal semua itu dapat menolong sesama yang menderita.

Maria selain melibatkan para pelayan juga melibatkan Yesus. Bila Yesus mewakili Allah maka dalam menyelesaikan masalah penderitaan kita tidak dapat meninggalkan Allah. Ada orang yang berpendapat bahwa Allah tidak mampu menyelesaikan penderitaan. Bila Allah mampu menyelesaikannya maka tidak akan ada penderitaan di dunia. Kitalah yang mampu menyelesaikan penderitaan manusia. Doa tidak ada berguna. Pendapat ini kurang tepat. Bila kita hanya berdoa memang masalah tidak akan selesai dengan sendirinya. Tapi pelayanan tanpa doa maka pelayanan itu tidak mendapat dasar yang kuat. Pelayanan merupakan ungkapan rasa syukur kita atas kasih Allah yang telah kita terima terlebih dahulu. Setiap hari kita menerima kasih Allah, terlebih kita sudah ditebus oleh Allah dengan mengurbankan PutraNya. Kesadaran akan pengurbanan Allah yang merupakan wujud kasihNya yang sangat besar bagi kita merupakan dasar pelayanan. Dalam doa kita membawa segala penderitaan sesama kepada Allah, seperti Maria membawa penderitaan orang pada Yesus. Dalam doa kita pun merefleksi diri dan melihat kasih Allah yang sudah dilimpahkan kepada kita.

Dalam melayani Maria melibatkan orang lain dan terlebih melibatkan Yesus. Dia pun rendah hati, meski jawaban Yesus seperti sebuah penolakan bahkan teguran keras, tapi Maria tetap percaya bahwa Yesus akan menolong. Inilah iman Maria yang tidak tergoyahkan meski semua itu tampak tidak mungkin. Dengan iman yang besar ini dia membuat para pelayan pun percaya pada Yesus sehingga mereka menjalankan perintahNya meski mereka tidak tahu mengapa harus mengisi tempayan dengan air lalu mencedoknya dan menyerahkan pada pemimpin pesta.

0 komentar:

Posting Komentar